Pengaruh kadar perekat dan metode pembuatan strand terhadap sifat fisis dan mekanis Oriented Strand Board (OSB) dari Jati unggul Nusantara Muda
Abstract
Jati (Tectona grandis Linn. F) merupakan salah satu jenis kayu yang sudah
lama secara luas dikenal masyarakat Indonesias. Kebutuhan dan permintaan
terhadap jati semakin meningkat serta masa panen jati yang lama menyebabkan
terjadinya kelangkaan sehingga mengalami kenaikan harga kayu dan berdampak
negatif terhadap perkembangan industri perkayuan Indonesia. Upaya yang
dilakukan adalah perbanyakan dan penanaman Jati Unggul Nusantara (JUN) oleh
PT Setyamitra dari induk Jati Plus Perhutani (JPP) yang dikembangkan Puslitbang
Perum Perhutani. JUN akan dipanen dan dipasarkan pada usia 5 tahun maka JUN
berpotensi sebagai bahan baku oriented strand board (OSB).
Bahan yang digunakan yaitu JUN umur 4 dan 5 tahun dibuat menjadi strand
dengan disk flaker dan rotary veneer. Setelah dilakukan perlakuan pendahuluan
menggunakan air dingin selama 24 jam pada suhu kamar maka sortir strand yang
baik juga dilakukan. Kemudian dilakukan pengeringan strand secara alami dan
dioven dalam suhu 80-100ºC sampai kadar air strand konstan. Perekat yang
digunakan PF dengan kadar perekat 6%, 8%, dan 10% serta menggunakan parafin
1%. Strand dan parafin dicampur terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam rotary
blender kemudian perekat dimasukkan dengan spray gun, dilanjutkan pencetakan
lembaran dan pengempaan selama 10 menit pada suhu 160ºC dengan tekanan
kempa 25kg/cm². Pengkondisian OSB dilakukan selama ± 14 hari dan pengujian
sifat fisis maupun mekanis serta pengolahan data dengan excel 2007 dan software
SAS 9.1.
Pengujian OSB mengacu kepada standar JIS A 5908 : 2003 mengenai
particleboard. Sifat fisis dan mekanis meliputi kerapatan dengan nilai rata-rata
antara 0.50-0.64 g/cm³, kadar air nilai rata-rata 11.86%-12.87%, daya serap air
selama 2 dan 24 jam berkisar 24.06-69.76%, pengembangan tebal air selama 2
dan 24 jam berkisar 3.95%-19.01%, MOE sejajar serat berkisar 113274.43–
177161.52 kg/cm², MOE tegak lurus serat berkisar 30694.01–35282.73 kg/cm²,
MOR sejajar serat berkisar 256.54–342.67 kg/cm², MOR tegak lurus serat
berkisar 82.3–147.0 kg/cm², kuat pegang sekrup berkisar 57.50–70.39 kg, dan
internal bond berkisar 0.47–1.58 kg/cm². Sifat fisis dan mekanis OSB jati
memenuhi standar JIS A 5908 : 2003 adalah kadar air, kerapatan, pengembangan
tebal, MOE, MOR, dan kuat pegang sekrup. Papan OSB dengan kadar perekat
10% merupakan papan OSB kualitas terbaik dengan perolehan nilai rendah pada
kadar air, pengembangan tebal dan daya serap air. Sedangkan nilai MOE, MOR,
kuat pegang sekrup, dan IB yang paling tinggi.
Collections
- UT - Forestry Products [2469]
