Analisis kualitas kayu hasil tebangan hutan rakyat di areal penjualan kayu Cibeubeur, Bogor
Abstract
Kondisi saat ini menunjukkan bahwa hutan alam tidak lagi mampu untuk
memenuhi kebutuhan bahan baku untuk industri. Pembangunan HTI yang
ditujukan untuk mengatasi masalah tersebut juga belum bisa mengatasi
permasalahan. Di sisi lain, kita belum memanfaatkan secara optimal sumber
penghasil kayu alternatif, yaitu hutan rakyat. Namun, pada umumnya kayu yang
berasal dari hutan rakyat merupakan fast growing species berbentuk small
diameter log yang memiliki banyak kelemahan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kualitas kayu hasil tebangan hutan rakyat yang dilihat dari segi cacat,
sifat anatomi dan sifat fisis pada, yaitu pada kayu afrika (Maesopsis eminii Engl.),
kayu gmelina (Gmelina arborea Roxb.), kayu jati (Tectona grandis L.f.), kayu
mahoni (Swietenia macrophylla King.) dan kayu sengon (Paraserianthes
falcataria (L.) Nielsen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase
kebundaran pada kayu afrika, gmelina, jati, mahoni dan sengon berturut-turut
sebesar 40%, 40%, 70%, 30% dan 80%. Untuk persentase kelurusan diperoleh
nilai yang sama yaitu 100%. Namun nilai ini dianggap kurang mewakili keadaan
yang sebenarnya, karena diduga kayu hasil tebangan hutan rakyat memiliki
persentase kelurusan yang rendah. Nilai yang diperoleh disebabkan penggunaan
contoh uji berupa sortimen pendek. Persentase cacat taper yang diperoleh
berturut-turut sebesar 50%, 100%, 90%, 80% dan 40%. Mata kayu yang
ditemukan pada kelima jenis kayu berupa mata kayu sehat berjumlah 2/tmp
dengan persentase berturut-turut 50%, 50%, 100%, 40% dan 40%. Sedangkan
mata kayu sehat dengan jumlah 4/tmp hanya terdapat pada sengon sebesar 10%.
Selain itu, diperoleh nilai persentase kayu teras dan kayu gubal dari kelima jenis
kayu berturut-turut sebesar 21% dan 79%; 15,5% dan 84,5%; 19,3% dan 80,7%;
25,4% dan 74,6 %; 18,6% dan 81,4%. Panjang serat yang diperoleh pada kelima
jenis kayu berturut-turut sebesar 690,4 - 1021,4 μm, 752,0 - 1217,8 μm, 717,4 -
926,0 μm, 615,8 - 1028,9 μm dan 615,7 - 1039,4 μm. Rasio kayu juvenil dan
dewasa pada kelima jenis kayu berturut-turut sebesar 62,5:37,5; 50:50; 62,5:37,5;
75:25 dan 62,5:37,5. Hasil pengujian sifat fisis menunjukkan bahwa rata-rata
berat jenis bagian dalam dan bagian luar pada kelima jenis kayu berturut-turut
sebesar 0,50 dan 0,52; 0,50 dan 0,55; 0,56 dan0, 58; 0,58 dan 0,62; 0,40 dan 0,42.
Hasil penelitian membuktikan bahwa kelima kayu hasil tebangan hutan rakyat
memiliki kualitas yang rendah walaupun sifat fisisnya relatif sama, hal ini dilihat
dari cacat-cacat yang dikandung memiliki persentase yang cukup tinggi dan sifat
anatomi yang lebih rendah dari kayu berdiameter konvensional.
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
