Analisis Sistem Pengembangan Perikanan Tangkap di PPI Cilauteureun, Garut, Jawa Barat
Abstract
Pengembangan perikanan sangat diperlukan disuatu daerah karena dapat
memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah dan pembangunan daerah secara
umum. Salah satu daerah yang memungkinkan untuk dilak.ukan upaya pengembangan
dibidang perikanan adalah PPI Cilauteureun di Kecamatan Pameungpeuk.
Upaya untuk mewujudkan pengembagan perikanan secara baik dan
berkelanjutan memerlukan pelaksanaan yang terpadu, mengingat banyaknya faktor
yang terkait dari subsistem yang ada, seperti biologi, teknik, mutu, pemasaran, usaha
dan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor yang berperan penting
dalam pengembangan perikanan tangkap di PP! Cilauteureun dan menentukan
strategi dalam pengembangan perikanan tangkap di PP! Cilauteureun.
Beberapa pelaku sistem dalam perikanan tangkap di PP! Cilauteureun adalah,
pemerintah daerah, dinas perikanan dan kelautan, nelayan, pedagang dan pengusaha.
Hasil analisis biologi menunjukan korelasi antara upaya penangkapan dengan
produktivitas gillnet adalah y = -63858x + 3. 107 , sedangkan hubunfan antara upaya
penangkapan dengan produktivitas mini purse seine adalah y = -1.10 x + 4.107•
Hasil analisis teknik menunjukan bahwa produksi gillnet dan mini purse seine
mengalami peningkatan, dengan produksi per trip untuk gillnet sebesar 60 Kg/trip
dan untuk mini purse seine sebesar 65,321 Kg/trip. Hasil analisis mutu kualitas ikan
yang didaratkan di PPI Cilauteureun masih kurang baik. Hasil analisis pemasaran
menunjukan bahwa proses pendistribusian ikan basil tangkapan masih mengalami
kendala pada jalur transportasi. Analisis usaha diketahui keuntungan nelayan gillnet
per tahun sebesar Rp 22.470.000 dan nelayan mini purse seine Rp 22.506.000 per tahun
Altematif kebijakan pengembangan yang sesuai untuk PPI Cilauteureun, yaitu
prioritas pertama penambahan ukuran kapal dengan prioritas sebesar 0,37, kedua
peningkatan saran dan prasarana dengan nilai 0,27, prioritas ketiga penguatan
kelembagaan dengan nilai 0,23 dan perbaikan penanganan hasil tangkapan dengan
nilai sebesar 0, 13.
