Kekuatan Lentur dan Belah Bambu Betung (Dendrocalamus asper) Untuk Materi Pelataran Bagan Apung
Abstract
Pelataran bagan berfungsi sebagai tempat berpijak nelayan ketika melakukan
operasi penangkapan ikan dan menyimpan hasil tangkapan. Pelataran bagan terbuat
dari bambu dan harus tahan terhadap sejumlah beban dari setiap kegiatan yang
bekerja di atasnya dan tahan terhadap pengaruh cuaca (suhu dan air hujan), sehingga
bambu yang digunakan harus rnemiliki kekuatan lentur dan belah yang dapat
menahan beban.
Hasil uji sifat fisis menunjukkan nilai yang semakin meningkat dari pangkal
menuju ujung batang bambu adalah kerapatan, penyusutan dan pengembangan,
sebaliknya pada kadar air. Hasil uji sifat fisis bambu pada bagian buku yang lebih
besar daripada nilai bagian ruas terjadi pada uji kadar air, penyusutan dan
pengembangan, sebaliknya pada kerapatan bambu.
Hasil uji sifat mekanis semakin meningkat dari pangkal menuju ujung batang
terjadi pada MOE, MOR, kekuatan tekan, tarik; sedangkan kekuatan belah, geser
tangensial dan radial berfluktuasi. Hasil uji sifat mekanis bambu pada bagian ruas
lebih besar dari pada bagian buku, kecuali pada kekuatan geser tangensial.
Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa posisi batang dan lama penyimpanan
bambu di alam terbuka berbeda nyata terhadap kekuatan lentur dan belah bambu
pembentuk pelataran bagan apung. Untuk itu perlu dilakukan penggantian bambu jika
terjadi penurunan kualitas dan diadakan penataan hasil tangkapan. Jarak sangga yang
disarankan 2 m untuk bagian tengah dan 2,5 m bagian ujung dengan jumlah titik
sangga 5 buah, sedangkan jumlah beban yang dapat disangga pada pelataran bagan
apung maksimal sebesar 3.718 kg/m2.
