Manajemen Pengadaan Bahan Baku Fillet Kakap Merah (Lutjanus sp.) di PT. Tirta Raya Mina (Persero) Pekalongan, Jawa Tengah
Abstract
Berjalannya suatu proses produksi berkaitan erat dengan keberadaan bahan
bakunya. Pengadaan kakap merah segar sebagai bahan baku fillet merupakan suatu
masalah tersendiri dalam proses produksi fillet kakap merah di PT.Tirta Raya Mina
(Persero ), Pekalongan, Jawa Tengah. Sifat musiman sumberdaya kakap merah
mengakibatkan pihak perusahaan harus memperhitungkan secara cermat terhadap
kualitas, kuantitas, waktu dan biaya yang berpengaruh didalamnya untuk memenuhi
permintaan konsumen, dengan cara memilih sumber bahan baku yang tepat. Sumber
pengadaan bahan baku fillet kakap merah diperoleh dari TPI di sepanjang Perairan
Utara Laut Jawa, seperti Pekalongan, Batang, Juwana dan Brondong dan supplier dari
daerah Cirebon, Gebang dan Tuban dengan TPI sebagai sumber utamanya. TPI
terbagi menjadi dua, yaitu TPI I dan TPI IL TPI I adalah TPI yang lokasinya berjarak
antara 0-75 km. Sedangkan TPI II adalah TPI yang lokasinya berjarak > 75 km.
Supplier adalah sumber altematif jika terjadi kekurangan bahan baku.
Faktor yang berpengaruh dalam proses pengadaan bahan baku fillet kakap merah
yang ada di PT. Tirta Raya Mina adalah musim kakap merah, sumber pengadaan
bahan baku, tingkat kebutuhan konsumen dan biaya-biaya lain yang terkait dengan
pengendaliaan sediaan. Berdasarkan analisis perhitungan persediaan, penerapan
model EOQ dapat menghemat total biaya persediaan, dari tahun 1998-2002 masing-masing
untuk TPI I sebesar Rp 29,83 juta, Rp 9,14 juta, Rp 24,32 juta, Rp 27,45 juta
dan Rp 20,31 juta. Untuk TPI II sebesar Rp 65,63 juta, Rp 15,3 7 juta, Rp 4,08 juta,
Rp 1,63 juta dan Rp 1,83 juta dan untuk sumber pengadaan dari supplier sebesar Rp
1,38 juta, Rp 221,24 juta, Rp 572,05 juta, Rp 193,84 juta dan 29,09 juta.
Penghematan total biaya persediaan ini dapat terjadi apabila perusahaan
melakukan strategi dengan menambah kuantitas pemesanan masing-masing untuk
TPI I dari tahun 1998-2002 menjadi 2.834,99 kg, 717,41 kg, 2.556,01 kg, 1.530,92 kg
dan 650,86 kg untuk setiap kali pemesanan, untuk TPI II sebesar 1 7. 726,52 kg,
9.564,18 kg, 4.025,83 kg, 2.350,60 kg dan 1.016,48 kg untuk setiap kali pemesanan
dan untuk supplier sebesar 9.632,32 kg, 83.530,46 kg, 35.291,01 kg, 17.904,45 kg
dan 14.072,12 kg untuk setiap kali pemesanan. Hal ini memperlihatkan bahwa
penggunaan metode EOQ lebih efektif dan efisien.
