View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis inflasi regional di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (5.836Mb)
      Date
      2009
      Author
      Arjakusuma, Reza Satrya
      Pasaribu, Syamsul Hidayat
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian mengenai inflasi di Indonesia sudah sangat banyak seperti mengenai karakteristik, faktor determinan, core inflation, penentuan target, serta reaksi fungsi politik. Sementara penelitian mengenai regional inflation dapat dibilang masih kurang. Padahal, pemahaman mengenai regional inflation itu sangat penting karena merupakan bagian dari aggregat inflasi nasional. Sebagai salah satu bukti, inflasi nasional dihitung berdasarkan rataan dari 44 kota yang disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Jika kita melihat lebih cermat, setiap daerah memiliki perbedaan komoditi yang dikonsumsi. Perbedaan tersebut mencakup harga serta kualitas komoditi tersebut, yang dapat membedakan tiap daerah. Hal ini dapat terjadi akibat dari perbedaan biaya. transportasi, pajak regional, tingkat upah, dan lainnya. Walaupun, dapat terjadi kemungkinan tiap daerah memiliki tingkat pendapatan yang sama, tetapi biaya hidup dari tiap daerah kemungkinan berbeda. Bojonegoro, et ol (2005) berargumen bahwa regional inflation bergantung bukan dari faktor moneter, melainkan dari faktor non-moneter seperti tingkat pendapatan pemerintah daerah, pengeluaran rutin, serta biaya transportasi lokal. Untuk itu, sangat sulit menetapkan kebijakan moneter tanpa adanya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Sementara itu, Gitaharie (2005) mengemukakan bahwa tiap daerah memiliki tingkat inflasi masing-masing yang akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Beliau menambahkan bahwa selama inflasi masih berada di bawah standar, maka inflasi tidak akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi dan fakta membuktikan bahwa itu benar adanya. Dengan demikian adalah wajar ketika kita berbicara mengenai inflasi, maka yang terlintas di benak kita ialah inflasi dalam konteks nasional. Namun, pada kenyataannya tingkat inflasi di tiap kota dalam satu negara, bahkan dalam satu propinsi sekalipun, seringkali berbeda. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/128087
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository