Potensi Khamir sebagai Agen Pengendalian Hayati Colletotrichum capsici, Cendawan Penyebab Antraknosa pada Buah Cabai
View/ Open
Date
2015Author
Misnawati, Maria Magdalena
Dharmaputra, Okky Setyawati
Sudirman, Lisdar I
Metadata
Show full item recordAbstract
Antraknosa pada buah cabai yang disebabkan oleh Colletotrichum capsici
dapat menyebabkan penurunan produksi dan kualitas buah cabai. Penggunaan
agen pengendalian hayati dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengendalikan
C. capsici. Khamir merupakan salah satu agen pengendalian hayati yang
berpotensi mengendalikan C. capsici. Penelitian ini bertujuan menguji potensi
antagonistik khamir pada buah-buahan dan sayuran terhadap C. capsici. Sebanyak
22 isolat khamir diisolasi dari buah rambutan, pisang, cabai merah besar, tomat,
dan terung ungu. Konsentrasi konidium C. capsici 5x106 konidium mL-1
menyebabkan luas gejala antraknosa tertinggi pada buah cabai merah var. IPB
Perbani, sehingga konsentrasi tersebut digunakan pada uji selanjutnya. Seleksi
khamir antagonis menggunakan uji sumur diperoleh sebanyak 5 isolat khamir,
yaitu isolat CMM-1, CMM-3, CMM-4, TMM-1, dan EMM-11 mencegah total
pertumbuhan C. capsici. Isolat CMM-3, CMM-4, TMM-1, dan EMM-11
mencegah total pertumbuhan C. capsici in vivo. Berdasarkan hasil identifikasi
secara morfologi dan molekuler, isolat CMM-3, CMM-4, TMM-1, dan EMM-11
adalah Issatchenkia orientalis
Collections
- UT - Biology [2401]
