View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis faktor-faktor yang memengaruhi sinkronisasi siklus bisnis di ASEAN+6

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.082Mb)
      Date
      2010
      Author
      Faradila, Fitria
      Achsani, Noer Azam
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Adanya berbagai krisis seperti krisis mata uang tahun 1997 dan krisis keuangan global serta adanya lesson learned dari performa ekonomi Uni Eropa yang semakin menunjukkan peningkatan semenjak diberlakukannya Euro Currency tahun 1999 mendorong negara Asia, khususnya ASEAN dalam membentuk ASEAN Economic Community (AEC) 2015 guna mengurangi dampak negatif dan menanggulangi krisis serupa yang terjadi di kemudian hari. Selain itu, upaya integrasi ekonomi ini dilakukan agar ASEAN dapat bersaing dengan kawasan lainnya dalam menghadapi arus globalisasi dan liberalisasi perdagangan dunia. Namun, negara-negara ASEAN pun tidak dapat terlepas dari enam negara tambahan yang secara regional berdekatan dan berkontribusi dalam kegiatan perdagangan ASEAN. Oleh karena itu, pemimpin negara-negara ASEAN dengan pemimpin enam negara tambahan yaitu Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, dan New Zealand sepakat untuk membentuk Comprehensive Economic Partnership in East Asia (CEPEA) pada tanggal 15 Januari 2007 di Cebu. Masuknya enam negara tambahan tersebut ke cetak biru AEC diharapkan penggabungan ASEAN+6 mampu menjadi integrasi ekonomi yang utuh. Sasaran utama dalam membentuk integrasi ekonomi yang utuh ditandai dengan pembentukan mata uang bersama (single currency) atau disebut dengan Optimum Currency Area (OCA). Salah satu karakteristik OCA yaitu telah tersinkronisasinya siklus bisnis antara negara-negara anggota, dimana fluktuasi ekonomi di negara satu akan diikuti oleh fluktuasi ekonomi negara anggota lainnya. Integrasi perdagangan dan kesamaan kebijakan ekonomi diduga berpengaruh terhadap sinkronisasi siklus bisnis di kawasan ASEAN+6…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127986
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository