Analisis Peranan Sektor Hotel dan Restoran dalam Perekonomian Kota Bandung
Abstract
Semakin kuatnya citra Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata, mengakibatkan peran sektor hotel dan restoran sebagai salah satu usaha pariwisata menjadi semakin penting. Hal ini semakin dikuatkan dengan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang semakin meningkat. Dari segi ekonomi, sektor hotel dan restoran memiliki kontribusi terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Dari sisi pendapatan daerah, terbukti bahwa realisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD) yang tertinggi berasal dari pajak hotel dan pajak restoran. Semakin banyak wisatawan yang menggunakan jasa hotel dan restoran, semakin besar pula penerimaan pajak yang dihasilkan. Selain itu, kedua sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak.
Secara umum Kota Bandung memiliki Laju Petumbuhan Ekonomi (LPE) yang tinggi dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Apabila dibandingkan dengan LPE Provinsi Jawa Barat atau LPE Indonesia sekalipun, ternyata LPE Kota Bandung masih lebih tinggi. Namun dengan LPE yang tinggi tersebut, ternyata jumlah pengangguran di Kota Bandung semakin meningkat. Hal ini membuktikan bahwa meskipun Kota Bandung memiliki LPE yang tinggi, namun kenyataannya belum mampu dalam mengatasi masalah pengangguran.
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis bagaimana dampak dan keterkaitan sektor hotel dan restoran dalam perekonomian Kota Bandung khususnya dalam menciptakan penyerapan tenaga kerja di Kota Bandung. Serta untuk menganalis regulasi dan kebijakan dalam pengembangan kepariwisataan. Untuk melakukan analisis ini, digunakan analisis Input-Output yang berasal dari Tabel Input-Output Kota Bandung Tahun 2003, dari analisis ini dapat diketahui peran kedua sektor ini dalam struktur ekonomi, kemudian diketahui juga bagaimana dampak dan keterkaitan sektor ini terhadap sektor lainnya, yang dianalisis melalui analisis keterkaitan, analisis dampak penyebaran, analisis multiplier terhadap output, pendapatan, dan penyerapan tenaga kerja.
