Kandungan unsur hara N dan P serta struktur komunitas fitoplankton di perairan litoral danau Matano, Sulawesi Selatan
Abstract
Adanya kegiatan produksi tanur peleburan nikel, pemasukan limbah domestik dan pertanian akan berpengaruh terhadap kondisi Kualiti air terutama di perairan litoral Danau Matano. Perubahan kondisi perairan litoral Danau Matang akan berpengaruh terhadap kualitas serta kesuburan perairan litoral Danau Matano yang pada akhimya berpengaruh terhadap kondisi fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara N dan P serta struktur komunitas fitoplankton di perairan litoral Danau Matano.
Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret, Mei, Juli, September 2002 dan Bulan Februari, April 2003, yang berlokasi di perairan litoral Danau Matano, Sulawesi Selatan. Stasiun pengambilan contoh terdiri dari: stasiun tetap (stasiun 2 dan 5) serta stasiun tidak tetap (stasiun 1.3. 4, 6, 7, 8, 9 dan 10). Parameter fisika kimia yang dikaji yaitu: suhu, kekeruhan, kecerahan, pH, DO, TDS, TSS, karbondioksida, COD, alkalinitas, nitrat, nitrit, amonia, orto fosfat dan total fostat. Sedangkan parameter biologi adalah fitoplankton. Analisa yang dilakukan meliputi: kelimpahan, indeks keanekaragaman (H'), indeks keseragaman (E), indeks dominansi (C), kesamaan stasiun berdasarkan parameter fisika kimia dan kelimpahan fitopalnkton dengan menggunakan indeks Bray-Curtis dan Canberra. Analisa untuk mengetahui hubungan antara fitoplankton dengan parameter fisika kimia digunakan analisa komponen utama (AKU). Kandungan nitrat selama enam kali pengukuran pada beberapa stasiun pengamatan masing- masing adalah 0, 031-0,117 mg/1; 0,0035-0,0049 mg/1; 0,0119-0,0776 mg/l; 0,0163-0,1032mg/1; 0,0152-0,1141 mg/l; 0,0131-0,0922 mg/l dan 0,0131-0,0922 mg/l, pada pengamatan ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 dan ke-6. Kandungan nitrit pada pengamatan ke-1 berkisar antara 0.001- 0,017mg; pada pengamatan ke-2 berkisar antara 0,0537-0,0655mg/l; pada pengamatan ke-3 berkisar antara 0.0008-0,0025 mg/l; pada pengamatan ke-4 berkisar antara 0,0066-0,0126 mg/1 pada pengamatan ke-5 berkisar antara 0,001-0,008mg/l dan pada pengamatan ke-6 berkisar antara 0,0001-0,0018. Kandungan unsur amonia masing-masing adalah 0,013-0,2 mg/1; 0,039- 0,104 mg 1; 0,06-0,13251 mg/1; 0,1287-0,2543 mg/l; 0,4109-0,1816 mg/l dan 0,0178-0,2406 mg/pada pengamatan ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 dan ke-6. Kandungan unsur ortofosfat pada pengamatan ke-1 berkisar antara 0,010-0,047mg/l; pada pengamatan ke-2 berkisar antara 0,0149- 0,0306 mg/l; pada pengamatan ke-3 berkisar antara 0,0179-0,0453 mg/l; pada pengamatan ke-4 berkisar antara 0,0092-0,1095 mg/1; pada pengamatan ke-5 berkisar antara 0,0016-0,0997 mg/l dan pada pengamatan ke-6 berkisar antara 0,0177-0,2406. Kandungan total fosfat masing-masing adalah 0,041-0,054 mg/l; 0,0226-0,0845 mg/1; 0,0211-0,0523 mg/l; 0,049-0,1081 mg/1, 0,073- 0,4228 mg/l dan 0,1502-0,21964 mg/l, pada pengamatan ke-1, ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 dan ke-6. Hasil gukuran selama enam kali pengamatan terhadap parameter fisika kimia yaitu: nilai kek (0,04-1 NTU); TDS (7,8-91 mg/); TSS (0,001-7 mg/l); kecerahan (1-5 meter); Suhu (23-28); pH (6-8); oksigen terlarut (3.1-10,29 mg/l); CO₂ bebas (7,99-39,95mg/l); COD (2.55.
