Pemetaan sawah berintegrasi dengan padang penggembalaan Itik
Abstract
Sawah merupakan penggunaan lahan yang memerlukan banyak air dilihat
dari peruntukkannya untuk budidaya tanaman padi. Sawah dengan ketersediaan
air berlimpah mampu menciptakan peluang penggunaan lain, seperti penggunaan
sawah untuk padang penggembalaan itik. Itik merupakan unggas air dan bersifat
omnivorus, serta dapat dipelihara dengan sistem pemeliharaan yang sederhana dan
mampu berproduksi dengan baik sehingga pemeliharaan itik dapat dilakukan di
sawah. Penelitian ini bertujuan memetakan kesesuaian lokasi sawah untuk
penggembalaan itik, serta pengaruh saluran irigasi dan pola tanam padi terhadap
penggembalaan itik. Teknik yang digunakan ialah mengidentifikasi tutupan lahan
sawah melalui citra satelit dan survei lapang. Hasil interpretasi citra satelit
diperoleh dua jenis tutupan lahan sawah, yaitu bera dan tanam padi. Hasil survei
lapang menunjukkan pola sebaran penggembalaan itik, yaitu memanjang
mengikuti saluran irigasi dan ketika kondisi sawah bera. Kesesuaian lokasi sawah
untuk penggembalaan itik dibagi empat kelas prioritas yang diukur berdasarkan
tutupan lahan sawah, pola tanam padi (IP 200) dan jaraknya terhadap saluran
irigasi. Lokasi sawah yang berdekatan dengan saluran irigasi memiliki kapasitas
tampung untuk itik gembala lebih banyak, dan sebaliknya. Waktu penggembalaan
itik baik dilakukan pada panen padi rendeng (bulan Maret hingga April). Lokasi
sawah yang tidak direkomendasikan, yaitu sawah dengan IP 250 dan panen padi
gadu bulan September.
