View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh pemberian slag dan kalsit terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max (L.) Merril) serta beberapa sifat kimia tanah pada latosol dari Darmaga

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (1.456Mb)
      Date
      1998
      Author
      Sumiaji, Dedi
      Sabiham, Supiandi
      Suwarno
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengapuran merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanah masam. Slag dapat digunakan sebagai bahan pengapuran clengan pengaruh yang sama seperti bahan pengapuran lain dan memiliki kanclungan unsur hara mikro yang tinggi. Namun di Indonesia, penggunaan slag pada bidang pertanian masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan slag sebagai bahan pengapuran dan membandingkan pengaruh slag dan kalsit terhaclap pertumbuhan dan procluksi kedelai varietas wilis serta sifat-sifat kimia tanah pacla Latosol clari Darmaga. Penelitian ini merupakan percobaan lapangan pacla tanah Latosol Darmaga dcngan n1011ggun::ikan rancangan acak kelompok yang tercliri clari tujuh pcrlakuan yaitu kontrol, slag (pH 6.0, 6.5, clan 7.0) serta kalsit (pH 6.0, 6.5, clan 7.0). Pupuk clasar yang digunakan adalah urea (46%) sebanyak 100 kg N/ha atau setara clengan 347.8 g urea/petak, SP-36 (36% P2Os) sebanyak 100 kg P₂O₅ /ha atau setara dengan 444.4 g SP-36/petak clan KCl (60% K.2O) sebanyak I 00 kg K.₂O /ha atau setara clengan 266.7 g KCl/petak. Slag clan kalsit diberikan dua minggu sebelum tanam dengan cara disebar dan diaduk merata. Benih kedelai ditanam dengan jarak 20 cm x 10 cm pada petakan masing-masing scluas 16 m² (4 m x 4 m). Pengamatan dilakukan tehadap tinggi tanaman mulai minggu ketiga sampai minggu keenam, bobot polong kering per petak clan bobot biji kering per petak. Sifat kimia tanah setelah inkubasi yang diamati meliputi pH tanah, Al-dd, H-dd, P-terseclia, basa-basa dapat dipertukarkan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127683
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository