Embriogenesis dan Perkembangan Larva Abalon Mata Tujuh (Haliotis asinina Liri. 1758)
View/ Open
Date
2005Author
Feisal, Fauzan
Junior, Muhammad Zairin
Raswin, Muhammad M
Metadata
Show full item recordAbstract
Abalort mata tujuh (Haliotis asinina) adalah komoditas barn akuakultur
Indonesia yang patut dikembangkan karena memiliki tingkatan trofik yang rendah
namun harganya cukup tinggi. Sebelum mengembangkan produksi abalon secara
biomasa, sebaiknya dikembangkan terlebih dahulu produksi benihnya dalam jumlah
banyak. Hal ini sangat berkaitan dengan reprodtiksi abalon, termasuk kelangsungan
hidup embrio dan larvanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan
perkembangan embrio dan larva H asinina dengan mengamati langsung telur basil
pemijahan di Loka Budidaya Laut Lombok. embriogenesis H asinina pada suhu
26°C berlangsung selama 5 hingga 6 jam. Larva trokofor berkembang menjadi larva
veliget dan menumbuhkan statosis setelah 30 jam. Waktu perubahan dari larva
veliger menjadi larva bentik diduga berlangsutig 48-72 jam setelah pembuahan. Benih
yang relati mudah ditangani (1 mm) didapatkan pada umur 30 hari.
