Pendapatan Budidaya Jahe Konvensional dan Polibag Di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes
Abstract
Pertumbuhan jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun
membuat kebutuhan akan lahan untuk permukiman menjadi sangat tinggi,
akibatnya banyak lahan pertanian diubah menjadi permukiman. Salah satu cara
untuk mengatasi masalah konversi lahan karena meningkatnya pertumbuhan
penduduk adalah dengan metode penanaman polibag, dimana penggunaan lahan
akan lebih optimal. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah (1)
Mengidentifikasi karakteristik produksi budidaya jahe di Kecamatan Bulakamba;
(2) Mengetahui dan membandingkan besaran pendapatan, agar diketahui sistem
budidaya yang memberikan pemanfaatan lahan yang lebih besar, serta mengetahui
besar perubahan nilai pendapatan bila terjadi perubahan harga input. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, analisis produktivitas lahan dan
analisis sentivitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Karakteristik
produksi di masing-masing unit analisis tidak jauh berbeda; (2) Nilai pendapatan
untuk sistem budidaya jahe konvensional sebesar Rp 3.050,00 per m2 dan Rp
5.517,36 per m2 untuk sistem budidaya polibag. Terjadi penurunan nilai
pendapatan di kedua unit saat terjadi kenaikan harga pupuk kompos dan bibit
sebesar 35,41% untuk sisem budidaya konvensional dan 55,01% pada sistem
budidaya polibag.
