Pengaruh radiasi sinar gamma dan kultur jaringan terhadap keragaman tanaman Begonia semperflorens
View/ Open
Date
1987Author
Soedjono, Soertini
Makmur, H. Amris
M Ismachin
Gunawan, Livy Winata
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini ialah memperoleh keragaman tanaman secara Teknik Radiasi Sinar Gamma dan Kultur Jaringan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan stek tanaman yang telah berakar dan berdaun 2 3 helai, diraradiasi sinar gamma secara langsung (tunggal) dosis 5, 10, 15, 20, 25 GY dan ganda yaitu dosis awal masing-masing 5, 10, 15 GY kemudian setelah 24 jam diradiasi kembali dosis 5, 25, 50, 75, 100 GY. Secara Teknik Kultur Jaringan menggunakan eksplan daun muda berukuran + 6 mm, dikulturkan dalam medium dasar Murashige & Skoog dengan penambahan auksin, sitokinin, 2,4-D, air kelapa dan arang aktif.
Berdasarkan pengamatan persentase tumbuh, daya hidupnya menurun pada dosis yang semakin meningkat. Persentase daya hidup dengan dosis langsung 25 GY 60% cenderung lebih rendah bila dibandingkan dengan daya hidup pada dosis radiasi yang lebih tinggi dengan cara radiasi sinar gamma yang diberikan berganda. Radiasi sinar gamma secara ganda dengan dosis awal 15 GY, 24 jam kemudian diradiasi kembali dosis 100 GY atau dosis total diatas 100 GY ternyata masih memiliki daya tumbuh cukup baik.
Hal ini tidak mungkin diperoleh pada radiasi sinar gamma secara tunggal atau langsung. Pada dosis awal 15 GY, 24 jam kemudian 75 GY terjadi beberapa tanaman dengan percaаbangan mengarah ke luar dari pusat tajuk. Dosis radiasi sinar gamma langsung 5 GY menghasilkan tanaman berbunga warna merah muda, cabang tanaman mengarah ke luar pusat tajuk, berbulu banyak, daun bergelombang dengan ukuran tanaman lebih tinggi dari tetuanya. Sifat-sifat ini diperoleh pula pada hasil teknik kultur jaringan yang berasal dari eksplan radiasi sinar gamma secara ganda pada dosis awal 15 GY, 24 jam kemudian diradiasi 75 GY dalam medium Murashige & Skoog yang diberi penambahan auksin (0.1 ppm NAA), sitokinin 0,5 ppm BAP+ 0.5 ppm 2-iP dan air kelapa (200 ppm). Beberapa plantlet albino dengan warna putih secara keseluruhan dihasilkan oleh media yang diberi penambahan auksin (0.1 ppm NAA), sitokinin 0.5 ppm BAP, 0.5 ppm 2-iP atau ditambah air kelapa (200 ppm).
Dalam pemuliaan tanaman untuk memperoleh keragaman yang besar dalam waktu singkat dan jumlah tanaman yang banyak, teknik mutasi imbas dan kultur jaringan dapat disarankan.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
