Pemodelan perubahan penggunaan lahan dengan pendekatan Artificial Neural Network (Studi Kasus: Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat)
View/ Open
Date
2016Author
Yuliyati
Pembimbing Ardiansyah, Muhammad
Munibah, Khursatul
Metadata
Show full item recordAbstract
Evaluasi kesesuaian tidak cukup jika hanya dilakukan secara fisik, tetapi harus diimbangi dengan evaluasi kelayakan ekonomi untuk menunjang sistem usaha tani. Evaluasi lahan secara ekonomi dapat memberikan gambaran finansial dari suatu komoditas yang dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lahan, melakukan evaluasi kesesuaian lahan secara fisik dan ekonomi untuk beberapa tanaman pangan (padi sawah, jagung, kedelai dan kacang hijau). Penelitian ini dilakukan 10 kecamatan di Kabupaten Karawang yaitu Kecamatan Banyusari, Cikampek, Cilamaya Kulon, Cilamaya Wetan, Jatisari, Kota Baru, Lemahabang, Purwasari, Tempuran dan Tirtamulya. Luas wilayah penelitian adalah 55.598 ha. Evaluasi kesesuaian lahan fisik menggunakan metode faktor pembatas, sedangkan evaluasi kesesuaian secara ekonomi mengacu pada prosedur Land Evaluation Computer System (LECS) yang di modifikasi FAO (1983) dan Rossiter (1988) dalam Djaenudin (2008). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah penelitian terdiri dari 26 satuan lahan yang berasal dari berbagai bahan induk. Tanah yang terbentuk beragam, meliputi ordo Alfisol, Entisol, Inceptisol, Ultisol dan Vertisol. Kelas kesesuaian lahan untuk komoditas yang dievaluasi didominasi oleh kelas lahan sesuai marginal (S3) dengan faktor pembatas utama adalah t (temperatur), r (media perakaran), f (retensi hara) dan n (hara tersedia). Perbaikan kualitas lahan dapat meningkatkan kelas kesesuaian aktual, seperti pemupukan yang cukup dan seimbang, pemberian bahan organik dan pengapuran, serta tindakan koservasi. Nilai GM dan B/C rasio untuk tanaman padi sawah, kedelai dan kacang hijau bervariasi. Nilai B/C rasio pada kelas kesesuaian S1, S2 dan S3 untuk tanaman padi sawah dan kacang hijau bernilai > 1, sedangkan untuk tanaman kedelai hanya pada kelas kesesuaian S1 dan S2 yang bernilai > 1. Nilai B/C rasio tersebut menunjukkan bahwa tanaman padi sawah dan kacang hijau layak untuk dikembangkan, sedangkan untuk tanaman kedelai kurang layak untuk dikembangkan.
