Komunitas makrozoobenthos dan keterkaitannya dengan kualitas fisika-kimia perairan di teluk Jobokutho, Jepara, Jawa Tengah
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menduga nilai struktur komunitas makrozoobenthos yang terdapat di perairan Teluk Jobokutho, Jepara, Jawa Tengah dan menguraikan keterkaitannya dengan beberapa kualitas fisika-kimia perairan.
@Hak cipta milik IPB University
Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei dan 1 Juli 2003 di perairan Teluk Jobokutho, Jepara, Jawa Tengah. Lokasi penelitian terdiri dari lima stasiun pengamatan yang dianggap mewakili kondisi umum lingkungan. Penelitian ini terdiri dua kegiatan yaitu pengambilan contoh dan analisa contoh. Pengambilan contoh terdiri dari contoh air, sedimen dan makrozoobenthos dilakukan di setiap stasiun pengamatan. Contoh air diambil sebanyak satu kali pada setiap pengamatan, contoh sedimen diambil sebanyak satu kali dan hanya dilakukan pada bulan Mei 2003 sedangkan contoh makrozoobenthos diambil sebanyak lima kali setiap stasiun pengamatan.
Analisis struktur komunitas makrozoobenthos meliputi komposisi jenis, kepadatan, keanekaragaman (H), keseragaman (E), dominansi (C) dan pola persebaran jenis. Untuk menduga adanya perubahan kondisi lingkungan dilakukan analisa perbandingan kurva biomassa dengan kurva kepadatan atau Abundance and Biomass Comparison (ABC). Untuk mengathui status atau mutu lingkungan berdasarkan parameter kualitas fisika-kimia perairan dilakukan analisa dengan menggunakan indeks STORET.
Hasil pengamatan terhadap jenis benthos yang ditemukan pada pengamatan bulan Mei dan Juli 2003 diperoleh sebanyak 24 jenis makrozoobenthos yang terdiri dari 5 kelompok yaitu Polychaeta (10 jenis), Gastropoda (5 jenis), Bivalva (2 jenis), Crustacea (6 jenis) dan Nemertea (1 jenis). Komposisi paling besar adalah kelas Polychaeta yaitu mencapai 85%, hal ini terutama dipengaruhi oleh kemampuan organisme kelas tersebut untuk beradaptasi. Perubahan yang terjadi terhadap komposisi makrozoobenthos selain dipengaruhi oleh tingginya kandungan bahan organik di perairan juga karena adanya rekruitmen maupun pemangsaan. Kepadatan akrozoobenthos yang diperoleh berkisar antara 75-210 ind/m². Kepadatan yang diperoleh di Teluk Jobokutho termasuk kepadatan yang rendah.
Nilai indeks keanekaragaman yang diperoleh berkisar antara 2,15-3,64. Nilai keanekaragaman yang diperoleh berada pada kisaran keanekaragaman rendah hingga edang. Nilai indeks keanekaragaman dipengaruhi kepadatan organisme dimana selama pengamatan kepadatannya rendah dan jenis yang ditemukan sedikit. Perubahan nilai indeks keanekaragaman pada stasiun 1,2,4 dan 5 dipengaruhi oleh peningkatan bahan organik ke dalam perairan.
