View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan lahan di Pegunungan Watu Putih dan hubungannya dengan geomorfometri bentanglahan karst di Kabupaten Rembang

      Thumbnail
      View/Open
      Fultext (4.251Mb)
      Date
      2016
      Author
      Antikawati, Lela
      Tjahjono, Boedi
      Munibah, Khursatul
      Antikawati, Lela
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Karst memiliki fungsi yang sangat strategis, yaitu sebagai penyimpan air yang besar di bawah permukaan tanah. Mengingat besarnya manfaat karst tersebut, maka perlindungan terhadap wilayah karst sangat diperlukan. Dalam rangka pengelolaan sumberdaya lahan karst, penelitian-penelitian terkait karakteristik bentanglahan dan pemanfaatannya sangat diperlukan untuk mengetahui kesesuaian atau kondisi lingkungan aktual yang ada. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah karst Pegunungan Watu Putih, Kabupaten Rembang, dengan tujuan mengetahui jenis dan persebaran penggunaan lahan, mengetahui karakteristik morfometri bentanglahan yang meliputi Topographic Roughness Index (TRI) dan Topographic Wetness Index (TWI), mengetahui hubungan antara penggunaan lahan dengan TRI dan TWI, dan rekomendasi pengelolaan lahan di Pegunungan Watu Putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di daerah penelitian penggunaan lahan yang paling dominan adalah tegalan, yaitu sebesar 63.61%. Luasan TRI yang dominan adalah kelas agak halus (= kelas 2) seluas 42.88%, sedangkan untuk TWI yang dominan adalah kelas sedang (= kelas 3) yaitu sebesar 41.65%. Cekungan Air Tanah (CAT) Watu Putih terdapat di daerah penelitian yang merupakan wilayah konservasi, oleh karena itu CAT harus dilindungi dan dikelola untuk menjaga kelestariannya. Untuk itu di atas area CAT yang merupakan kawasan budidaya sebaiknya digunakan sebagai wilayah hutan produksi dan bukan sebagai lahan tegalan seperti sekarang ini; atau jika memungkinkan dapat dirubah sebagai kawasan lindung. Salah satu bentuk pengelolaan kawasan karst yang berwawasan konservasi untuk daerah penelitian adalah pengembangan ekowisata.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127450
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository