View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Product Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Pemberian Aromatase lnltibitor melalui Artemia (Artemia Sp.) terhadap Keberhasilan Sex Reversal pada lkan Nila Merah (Oreocl tromis Sp.)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.800Mb)
      Date
      2005
      Author
      Tasdiq, Moh.
      Sudrajat, Agus Oman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ikan nila merupakan salah satu kelompok ikan penting untuk dibudidayakan, karena memiliki resistensi yang relatif tinggi terhadap kualitas air yang buruk dan p enyakit, memiliki toleransi yang luas terhadap kondisi lingkungan yang buruk dan mampu tumbuh dengan baik di berbagai tipe perairan. Akan tetapi usaha budidaya ikan nila tennasuk juga ikan nila merah terganggu oleh sifat ikan yang mudah berkembang biak, yang dapat menyebabkan terjadinya pemijahan yang tidak terkontrol dan kepadatan yang berlebih akibatnya akan menghambat pertumbuhan. Budidaya ikan nila tunggal kelamin (monosex) jantan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pemijahan yang tidak terkontrol dan diketahui pula bahwa ikan nila jantan memiliki pertumbuhan yang cepat di banding ikan nila betina. Salah satu upaya untuk mendapatkan individu jantan secara massal adalah melalui teknik sex reversal, baik secara langsung (terapi hormon atau bahan kirnia) maupun tidak langsung (rekayasa kromosom). Sex reversal secara langsung dapat menggunakan bahan steroid (hormon) atau bahan-bahan kimia yang dapat memanipulasi diferensiasi kelamin. Aromatase inhibitor merupakan salah satu bahan kimia yang dapat digunakan untuk sex reversal melalui pengham batan aktifitas enzirn a romatase. Namun pemberian aromatase inhibitor secara oral (pakan buatan) memiliki beberapa kelemahan, diantaranya jika pakan tidak segera termakan habis kemungkinan besar aromatase inhibitor akan tercuci (leaching) ke dalam media budidaya sehingga aromatase inhibitor kurang sempurna dalarn mengarahkan pembentukan kelamin. Sebagai alternatif adalah melalui metode bioenkapsulasi yaitu memasukkan aromatase inhibitor ke dalam pakan hidup (artemia) kemudian diberikan ke larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian arternia (Artemia sp.) yang telah direndam dalam larutan aromatase inhibitor terhadap tingkat keberhasilan sex reversal ikan nila merah ( Oreochromis sp ). Rancangan percobaan yang digunakan. adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan clan satu kontrol, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan diberikan ke larva selama 5 hari berturut-turut pada hari ke-9 sampai hari ke-13 setelah menetas dengan frekuensi 3 kali sehari secara adlibitum. Perlakuan tersebut adalah pemberian pakan ke larva berupa artemia yang direndarn dalarn larutan aromatase inhibitor dengan dosis 500 mg/1, 1000 mg/I dan 1500 mg/l. Sedangkan untuk kontrol, artemia tidak direndam dalam larutan aromatase inhibitor. Setelah perlakuan selesai, larva dipelihara tanpa diberi perlakuan hingga mencapai ukuran yang siap diidentifikasi kelamin (kurang lebih tiga bulan). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup (SR) dan persentase kelamin jantan ikan nila merah ( Oreochromis sp. ). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam setelah memenuhi asumsi. Setelah perlakuan, tingkat kelangsungan hidup rata-rata ikan nila rnerah (Oreochromis sp.) pada kontrol dan perlakuan masing-masing 100%, 99.67%, 99% clan 99.33%. Sedangkan setelah pemeliharaan, masing-masing 94%, 94.67%, 92.33% dan 94. 67%. Hasil analisis sidik ragam baik setelah perlakuan maupun setelah pemeliharaan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang nyata (P>0,05) antara perlakuan dan kontrol. Berdasarkan hasil identifikasi gonad secara histologis, persentase rata-rata kelamin jantan pada kontrol dan perlakuan berturut-turut 62.76%, 6 1.60%, 67% dan 70.46%. Hasil analisa sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pengarahan kelamin (sex reversal) ikan nila merah. Melalui uji beda nyata jujur (BNJ) diperoleh basil bahwa dosis 1500 mg/1 merupakan dosis terbaik dengan menghasilkan ikan nila kelamin jantan tertinggi yaitu sebesar 70, 46%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian artemia (Artemia sp.) yang direndam dalam Iarutan aromatase inhibitor berpengaruh terhadap nisbah kelamin jantan ikan nila merah ( Oreochromis sp. ), dengan persentase tertinggi diperoleh pada dosis 1500 mg/1 yaitu sebesar 70,46%.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127444
      Collections
      • UT - Aquatic Product Technology [2463]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository