Willingness to Pay Masyarakat terhadap Penyediaan Air Bersih PDAM (Kasus di Desa Babakan Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor).
Abstract
Desa Babakan merupakan pemukiman yang sebagian besar masyarakatnya
masih mengandalkan air sumur atau air tanah sebagai sumber kebutuhan air sehariharinya.
Permasalahan sumber daya air yang terjadi adalah kekeringan akibat
penurunan debit air dan adanya resiko pencemaran air tanah. Pemerintah
menyediakan PDAM sebagai sarana air bersih yang dapat menjadi alternatif
pemenuhan kebutuhan air dengan kualitas air yang terjamin. Penelitian ini
menganalisis karakteristik masyarakat Desa Babakan, Willingness to Pay (WTP),
beserta faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan masyarakat membayar air
bersih PDAM. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis
deskriptif, Contingent Valuation Method (CVM) dan metode regresi logistik. Hasil
WTP dengan menggunakan dichotomous choice CVM diperoleh sebesar
Rp 4 545/m3. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan
masyarakat membayar air bersih adalah jumlah tanggungan keluarga, jarak sumur
dengan septic tank, bid, dummy pengetahuan kualitas air, dummy sakit, dummy
konsumsi air minum dalam kemasan, pendapatan, dan jumlah penggunaan air.
