Performa kambing peranakan etawah
View/ Open
Date
2004Author
Phalepi, Mochammad Agung
Mansjoer, Sri Supraptini
Atabany, Afton
Metadata
Show full item recordAbstract
Produktivitas induk kambing Peranakan Etawah (PE) ditunjukkan oleh kinerja produksi dan reproduksi. Kedua sifat ini memegang peranan penting bagi berjalannya suatu usaha pemeliharaan ternak. Pengamatan terhadap produksi lebih diarahkan kepada informasi sifat morfologik ternak kambing perah dan kemampuannya dalam menghasilkan susu, sedangkan pengamatan terhadap sifat reproduksi dilakukan karena terkait dengan keberlangsungan hidup ternak selanjutnya melalui suatu penurunan generasi baru. Oleh karena itu, pencatatan produksi susu sangat penting dilakukan untuk mengetahui tingkat produksi susu yang dihasilkan oleh ternak, khususnya ternak perah. Berdasarkan alasan kepraktisan di lapangan dalam menilai ternak perah yang layak dipertahankan atau tidak dari suatu usaha peternakan, termasuk dalam memilih ternak yang berproduksi baik, maka pengukuran ukuran-ukuran tubuh dapat dimanfaatkan untuk menaksir kemampuan ternak tersebut dalam berproduksi susu.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi penampilan ternak kambing PE dalam kondisi pemeliharan intensif melalui pengamatan beberapa sifat produksi dan reproduksi serta untuk mengetahui ukuran tubuh yang tepat digunakan dalam menduga produksi susu melalui penggunaannya dalam model matematika terbaik untuk menunjukan hubungan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Citarasa, desa Ciherang Pondok, kecamatan Caringin, kabupaten Bogor, Jawa Barat pada bulan Februari 2003 sampai dengan Juli 2003. Materi yang digunakan adalah induk kambing PE laktasi berjumlah 42 ekor yang dibagi atas kelompok umur 1-2, 2-<3, 3-4 dan 4-5 tahun dan berbobot 18-57 kg. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Analisis Korelasi, Regresi Linier dan Regresi Linier Ganda. Penggunaan faktor penduga dalam persamaan Regresi Linier Ganda hanya pada dua peubah dari beberapa peubah yang ada dengan tetap berdasarkan koefisien determinasi (R2) tertinggi dan tingkat keakurasian hasil dugaan yang paling baik dari seluruh percobaan antar peubah-peubah lain yang digunakan sebagai penduga. Hal ini dilakukan untuk mempermudah penghitungan dan pengukuran faktor penduga di lapangan. Peubah-peubah yang diamati pada penelitian ini adalah 1) ukuran-ukuran tubuh, meliputi: panjang badan, tinggi gumba, lingkar dada, dalam dada, lebar dada, dalam ambing, lingkar ambing, volume ambing, lingkar puting, panjang puting, volume puting, lingkar metatarsus dan bobot hidup; 2) penampilan produksi susu, meliputi: produksi susu, lama laktasi dan lama kering kandang, dan 3) penampilan reproduksi, meliputi: siklus berahi, lama kebuntingan, selang beranak, lama kosong, kawin setelah beranak, angka kelahiran dan tipe kelahiran...
