Analisis Faktor- Faktor Produksi Dan Pendapatan Usahatani Cabai Merah Keriting Di Lahan Pasir Desa Garongan Kulon Progo
Abstract
Cabai merah keriting merupakan salah satu komoditi hortikultura yang
memiliki harga berfluktusi bahkan dapat berpengaruh terhadap inflasi. Secara
umum harga cabai merah keriting ditentukan oleh pasokan dan permintaan. Cabai
merah keriting biasanya dibudidayakan di lahan sawah. Namun, petani di pesisir
pantai Yogyakarta membudidayakan cabai merah keriting di lahan pasir. Lahan
pasir memiliki karakteristik yang berbeda dengan lahan sawah. Kondisi ini
berdampak pada usahatani cabai merah dan pendapatan petani. Penelitian bertujuan
menganalisis faktor-faktor produksi dan pendapatan usahatani cabai merah keriting
di lahan pasir. Penelitian dilakukan secara simple random sampling. Hasil
penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap
produksi cabai merah keriting adalah benih. Sedangkan luas lahan, tenaga kerja,
kapur, pupuk kandang, pupuk kimia, dan obat-obatan tidak berpengaruh secara
signifikan. Produktivitas cabai merah keriting di lahan pasir sebesar 0.897 lebih
kecil dibandingkan produktivitas di lahan sawah. Rata-rata harga cabai yang
berlaku adalah Rp 3 215.71, sedangkan biaya rata-rata per kg cabai merah keriting
Rp 5 397.94. Petani mengalami kerugian dengan pendapatan sebesar – Rp 760
524.83. Nilai R/C atas biaya tunai adalah 1.03, sedangkan R/C atas biaya total
sebesar 0.79. Budidaya cabai merah keriting di lahan pasir tidak efisien dilakukan
pada saat harga cabai rendah.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
