Perubahan beberapa sifat mineral dan kimia vertisol Cinajur akibat perlakuan polimer hidroksi aluminium
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian beberapa dosis polimer hidroksi
aluminium (PHA) terhadap perubahan jarak basal mineral liat dan bebentpa sifat kimia Vcrtisol
Cianjur serta pertumbuhan vegetatif tanaman indikator jagung melalui percobaan pot menggunakan
polibag dan analisis laboratorium.
Percobaan pot dilakukan di Rumah Kaea Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, IPB, sedangkan analisis tanah pendahuluan, analisis sifat kimia dan sebagian analisis sifat mineral
tanah dilakukan di Laboratorium Jurusan Tanah, Faperta !PB. Analisis difraksi sfrrnr X dilakukan di
Laboratorium Mineralogi Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat Bogar. Pcnelitian ini berlangsung
dari bulan Februari sampai September 1997.
Dalam penelitian ini digunakan contoh tanah Vertisol yang diambil secara komposit pada kedalaman
0-20 cm dari Desa Neglasari, Kecamatan Bojong Picung, Kabupaten Cianjur. Untuk setiap polibag
digunakan contoh tanah lolos saringan 5 mm dengan berat setara IO kg BKM. Bahan utama yang
digunakan adalah larutan polimer hidroksi aluminium (Pl-IA) dengan nama pabrik Locron S yang
mempunyai formula A]z(OH)₅CI. 2-3H₂0 dengan konsentrasi 2 % setara dengan 5 I mg Al/ml. Rancangan
percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 taraf perlakuan PI-IA dan 3 ulangan, sehingga secara keseluruhan diperoleh 15 satuan percobaan. Taraf perlakuan yang diberikan adalah: LO (kontrol), 12 (2 1111110I Al/kg liat setara dengan 47 ml larutan Locron 2 % per
polibag), IA (4 mmol Al/kg liat setara dengan 94 ml larutan Locron 2 % per polibag), L6 (6 1111110I
Al/kg liat setara dengan 140 ml larutan Locron 2 % per polibag) dan LIO (10 mmol Al/kg liat setara.
dengan 234 ml larutan Locron 2 % per polibag). Perlakuan diberikan dengan cam disemprotkan pada
tanah dan diaduk secara merata, selanjutnya diinkubasikan selama satu minggu dan kadar air
dipertahankan mendekati kapasitas lapang. Disamping itu, diberikan pula pupuk dasar N, P dan K
masing-masing dengan dosis 200 kg Urea/ha, JOO kg TSP/ha dan 100 kg KCl/ha.
