Analisis Perencanaan Laba Jangka Pendek Pada PT Cifa Indonesia
Abstract
Harga susu yang diperoleh PT Cifa Indonesia sangat beragam mulai dari Rp
3.650,- hingga Rp 6.000,-. Hal tersebut terjadi disebabkan harga jual susu dilihat dari
kualitas susu yang diperoleh oleh PT Cifa Indonesia dari tiga Industri Pengolahan
Susu (IPS). Semakin rendah Total Flate Count (TFC) semakin baik pula kualitas susu
tersebut, begitu juga semakin tinggi Total Solid (TS) semakin baik juga kualitas susu
tersebut. Dilihat dari harga jual yang telah ditetapkan tersebut sudahkah layak, karena
dilihat dari biaya variable dan biaya tetap yang begitu tinggi. Sebelum perencanaan
laba jangka pendek pada PT Cifa Indonesia HPP sebesar Rp 4.286, Laba sebesar Rp
716.233.622, BEP sebesar Rp 1.212.892.619 atau sebesar 208.648 liter, MOS
sebesar 55,50% , dan DOL sebesar 1,80. Setelah perencanaan laba jangka pendek
pada PT Cifa Indonesia HPP sebesar Rp 4.142, Laba sebesar Rp 851.862.090, BEP
sebesar Rp 1.203.166.151 atau sebesar 207.685 liter, MOS sebesar 59.73%, dan
DOL sebesar 1,67. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran
mengenai struktur biaya yang dikeluarkan oleh PT Cifa Indonesia, harga jual yang
layak terhadap susu yang telah dihasilkan, serta perencanaan laba jangka pendek.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
