Pengelolaan Pemanenan Kelapa Sawit(Elaeis guineensis Jcq.) di Kebun PBSN PT.Agrowiyana, Jambi
Abstract
Kegiatan magang dilakukan untuk memberikan pengetahuan praktis tentang
pengelolaan di lapangan dan pengalaman manajerial pada berbagai level
pekerjaan. Secara khusus Jegiatan magang ini bertujuan untuk mempelajari ·
menganalisa pengolahan pemanenan kelapa sawit dengan harapan dapat
meningkatkan efektivitas efesiensi kegiatan pemanenan tersebut..
kegiatan magang ini dilaksanakan mulai tanggal 8 februari sampai 2 Juni
2004 di kebun PBSN PT. Agrowiyana Jambi. Metode yang dilaksanakan pada
kegiatan magang adalah melakukan praktek kerja langsung di kebun, pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder yang diperoleh dari asip, informasi dari kantor
dan studi literatur. Data-data yang terkumpul dianalisa secara perbandingan dengan norma-norma baku khususnya pada aspek pemanenan.
pengelolaan pemanenan di kebun PBSN PT. Agrowiyana masih belum berjalan denga baik,
HaLini didasarkan masih terjadinya kehilangan produksi yang disebabkan kurangnya pengaawasan dan Tindakan tegas oleh mandor panen bagi pemanen yang dilakukan kesalahan dalam kegiatan pemanenan.
Pengolahan pemanenan di kebun PBSN menggunakan sistem ancak giring tetap dengan rotasi 6/7. Kriteria matang yang diterapkan yaitu2 berondolan
per kg tandan buah segar (TBS) yang jatuh secara alami. Namun dilapangan masih saja terjadi pemanenan pada tandan yang tidak sesuai dengan kretaria matang yang telah ditetapkan.
Titi panen yang tidak tersedia pada beberapa parit drainase menyulitkan
pemanen untuk mengangkut TBS ke tempat pengumpulan hasil. Kondidi jalan kebun
yang belum dilapisi dengan batu-batuan dari kerikil menyebabkan tanah menjadi lembek
pada saat hujan, sehingga menghambat kegiatan angkutan panen.
Ketidaksesuaian tenaga panen yang dibutuhkan dengan yang tersedia pada kebun
BSN divisi IV menyebabkan ancak beberapa pemanen diperluas. Alat dan perlengkapan panen yang kurang dipersipkan akan menghambat pelaksanaan panen. Premi berondolan yang dinilai rendah oleh pemimen rnenyebabkan masih banyaknya berondolan yang tertinggal di lapangan.
