Analisis daya saing Biji Kakao Indonesia di Pasar Internasional
View/ Open
Date
2015Author
Sari, Kintani Tunjung
Daryanto, Heny Kuswanti
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor pertanian di Indonesia mempunyai peranan penting dan
memberikan kontribusi nyata pada perekonomian Indonesia, hal tersebut dapat
dilihat dari besarnya PDB yang diperoleh. Subsektor pertanian yang memiliki
kontribusi kedua pada PDB Indonesia adalah subsektor perkebunan. Salah satu
komoditi tanaman perkebunan yang memiliki pasar potensial baik di wilayah
domestik maupun internasional adalah kakao. Indonesia merupakan salah satu
negara produsen dan eksportir utama kakao di dunia, sebagian kakao di ekspor
dalam bentuk biji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya saing
komoditi biji kakao di Indonesia dan merumuskan strategi yang tepat untuk
meningkatkan daya saing tersebut. Analisis daya saing meliputi analisis
keunggulan komparatif dan kompetitif. Penelitian ini menggunakan analisis RCA
(Revealed Comparative Advantage) dan Berlian Porter untuk mengetahui
keunggulan komparatif dan kompetitif komoditi biji kakao Indonesia, kemudian
dilakukan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis
kakao.
Berdasarkan analisis RCA, diketahui bahwa selama tahun 2009-2013
Indonesia menghasilkan RCA rata-rata setiap tahunnya sebesar 8,69 persen. Hal
ini menunjukkan bahwa biji kakao Indonesia berdaya saing ekspor dibandingkan
dengan komoditi ekspor lainnya. Sedangkan menurut analisis Berlian Porter
diketahui bahwa dari enam pasang komponen utama hanya terdapat tiga pasang
keterkaitan antar komponen utama yang saling mendukung, hal ini menunjukkan
bahwa keterkaitan antar komponen utama belum berdaya saing. Berdasarkan
analisis matriks SWOT menghasilkan sepuluh strategi untuk meningkatkan daya
saing biji kakao Indonesia di pasar internasional yaitu: (1) Optimalisasi lahan dan
produksi kakao lokal, (2) Membangun agroindustri berbasis kakao lokal (3)
Penguatan kelembagaan kelompok tani kakao, (4) Melakukan pembimbingan,
pembinaan serta pendampingan bagi petani kakao, (5) Pengembangan sarana dan
prasarana baik on-farm dan off-farm untuk agribisnis kakao, (6) Bekerjasama
dengan pemerintah dan lembaga penyedia modal, (6) Meningkatkan kualitas dan
kuantitas biji kakao, (8) Pembuatan Quality Infrastructure (QI) nasional, (9)
Menjamin pasar bagi petani kakao untuk memasarkan hasil produksinya, (10)
Meningkatkan kerjasama pemerintah dalam mengefektifkan bursa berjangka
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
