Pengaruh Alat Bantu Rumpon Portable pada Pengoperasian Purse seine di Perairan Kabupaten Tegal.
Date
2023Author
Raihan, Muhamad Reza
Yusfiandayani, Roza
S. Baskoro, Mulyono
Metadata
Show full item recordAbstract
Tegal merupakan Kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kekayaan
sumber daya perikanan yang baik. Terdapat banyak perairan yang memiliki potensi
sumber daya yang melimpah salah satunya yaitu perairan Larangan. Alat tangkap
yang biasa digunakan untuk kegiatan penangkapan yaitu payang dan purse seine.
Seiring berjalannya waktu, mulai bermunculan berbagai masalahan yang dihadapi,
salah satunya yaitu hasil tangkapan yang tidak menentu dan cenderung mengalami
penurunan. Mengetahui hal tersebut, maka diperlukan alat bantu penangkapan
perikanan, yang mudah diaplikasikan dan tentunya dapat meningkatkan hasil
tangkapan nelayan, yaitu rumpon portable. Tujuan penelitian ini adalah
membandingkan komposisi, menghitung produktivitas, dan menjumlahkan
pendapatan dari hasil tangkapan dengan rumpon portable dan tanpa rumpon
portable. Metode yang digunakan adalah experimental fishinig. Total ikan yang
tertangkap pada penelitian kali ini berjumlah 11 spesies, yaitu barakuda, golokgolok, gulamah, kembung, selar bentong, tembang, tenggiri, teri jawa, tongkol,
cumi, dan udang, dengan bobot keseluruhan 18.231,2 kg pada hasil tangkapan
dengan rumpon portable, dan 16.743,9 kg pada hasil tangkapan tanpa rumpon
portable. Nilai produktivitas rata-rata penangkapan dengan rumpon portable
didapat sebesar 1.139,45 kg/trip, lebih tinggi dari hasil tangkapan tanpa rumpon
yaitu sebesar 1.046,49 kg/trip. Pendapatan nelayan dari penjualan hasil tangkapan
dengan rumpon portable lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan hasil
tangkapan tanpa rumpon portable. Tegal is a regency in Central Java which has a wealth of good fishery resources.
There are many waters that have abundant resource potential, one of which is Larangan
waters. The fishing gear commonly used for fishing activities are payang and purse
seine. As time went on, various problems began to emerge, one of which was the catch
which was erratic and tended to decrease. Knowing this, we need fishing aids, which
are easy to apply and of course can increase fishermen's catches, namely portable FADs.
The purpose of this study was to compare composition, calculate productivity, and add
up the income from catches with portable FADs and without portable FADs. The
method used is experimental fishing. The total fish caught in this study amounted to 11
species, namely barracuda, machetes, gulamah, mackerel, selar bentong, tembang,
mackerel, Javanese anchovies, tuna, squid and shrimp, with a total weight of 18.231.2
kg in the catch. with portable FADs, and 16.743.9 kg in catches without portable FADs.
The average productivity value for catching with portable FADs was 1.139,45 kg/trip,
higher than the catch without FADs, which was 1.046,49 kg/trip. Fishermen's income
from selling catches with portable FADs is higher than selling catches without portable
FADs.
