Analisis sistem pemasaran bawang daun
Abstract
Bawang daun (Allium Sp) adalah salah satu jenis tanaman yang digolongkan ke dalam jenis sayuran daun karena berbentuk rumput dengan struktur tubuh yang terdiri dari akar, batang semu dan daun. Beberapa pertimbangan mengapa bawang daun cukup prospektif untuk dikembangkan di Indonesia diantaranya yaitu budidaya yang relatif mudah, kondisi lahan dan cuaca di Indonesia yang kondusif serta bawang daun diusahakan oleh hampir seluruh petani sayuran di pulau Jawa. Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk maka permintaan terhadap komoditas sayuran termasuk bawang daun juga mengalami peningkatan. Hal ini tentu saja merupakan peluang bagi produsen untuk dapat meningkatkan pendapatannya yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi guna memenuhi permintaan dalam negeri bahkan untuk pemasaran ke luar negeri. Berdasarkan uraian-uraian tersebut komoditas bawang daun memiliki potensi dan prospek pemasaran yang cukup baik. Oleh karena itu, penelitian mengenai komoditas bawang daun sangat penting untuk dilakukan.
Kasus di daerah penelitian menunjukkan baik petani responden yang menggunakan modal sendiri maupun modal pinjaman tidak menerima pembagian yang cukup adil dari sistem pemasaran yang ada. Hal ini menunjukkan masih rendahnya efisiensi pemasaran dari sistem tersebut. Harga di tingkat petani responden dengan modal sendiri yaitu sebesar Rp 3.846,67 per kilogram dan di tingkat petani responden dengan modal pinjaman yaitu sebesar Rp 3.561,67 per kilogram, sedangkan di tingkat pengecer sebesar Rp 6.000 di PIKJ dan Rp 5.900 di Pasar Cisaat per kilogram. Untuk mencoba memasarkan sendiri hasil panennya, baik petani yang menggunakan modal sendiri maupun modal pinjaman juga tidak berdaya untuk meminimalkan biaya-biaya pemasaran yang tidak pernah diduga. sebelumnya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji karakteristik petani responden di daerah penelitian, mengkaji saluran dan lembaga pemasaran bawang daun di daerah penelitian, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi pemasaran bawang daun di daerah penelitian.
