View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi Pembentukan Umbi Mikro Umbi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) cv. Sumenep Menggunakan SADH dan Sukrosa Secara In Vitro

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.020Mb)
      Date
      2005
      Author
      Fardani, Monika S
      Dinarti, Diny
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi maupun dari kandungan gizinya. Bawang merah kultivar Sumenep merupakan salah satu kultivar unggul di Indonesia yang berasal dari Sumenep, Madura. Jumlah produksi bawang merah kultivar Sumenep tergolong tinggi dan umbinya termasuk sangat digemari karena kualitas gorengnya baik. Pengadaan bibit yang tidak seragam akan menyebabkan penurunan produksi dan kualitas umbi. Altematif yang dapat dikembangkan dalam usaha penyediaan umbi bawang merah kultivar Sumenep ialah melalui metode kultur jaringan. Penggunaan zat penghambat tumbuh (retardan) dan gula dalam media tanam diharapkan dapat meningkatkan kualitas plantlet yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi sukrosa dan iat penghambat tumbuh SADH terhadap pertumbuhan tunas dan pembentukan umbi mikro bawang merah (Allium ascalonicum L.) cv. Sumenep. Peneltian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Darrnaga, Bogor. Pene!tian berlangsung dari bulan Februari 2004 sampai Agustus 2004. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor yaitu Factor pertama yang digunakan adalah konsentrasi SADH (alar) terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0, 10, 20 dan 30 mg/1 dan faktor kedua adalah sukrosa terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 30, 50, 70 dan 90 g/1. Kombinasi kedua faktor menghasilkan 16 perlakuan. Tiap perlakuan terdiri dari 8 ulangan. Jadi terdapat 128 wtuan percobaan yang masing-masing satuan percobaan terdiri dari 1 botol Kultur yang berisi 1 eksplan. Bahan tanaman yang digunakan sebagai eksplan dalam penelitfan ini adalah umbi yang mengandung basal plate bawang merah (Allium ascalonicum L.) cv Sumenep berukuran 0.5 cm. Sterilisasi bahan dilakukan di luar dan di dalam laminar. Eksplan kemudian diinkubasi pada media prekondisi selama 7 hari. Pada tahap sterilisasi dipcroleh 90% eksplar steril. Eksplan yang telah seteril kemudian dibelah dua sama besar dan ditanam pada media perlakuan berisi satu eksplan per botol. Botol kultur yang telah berisi eksplan diletakkan pada ruangan dengan penyinaran 1000 lux selama 24 jam sampai umur 6 MSP (Minggu Setelah Perlakuan) dengan suhu 20-25° C. Seluruh botol diberi perlakuan penggelapan pada saat kultur berumur 6 MSP sampai akhir pengamatan. Pengamatan dilakukan selama 11 minggu setelah eksplan ,faa.aam pada media perlakuan terhadap saal mulffikasi tunas, saat pembentukkan umbi mikro, persentase kontaminasi, jumlah tunas, jumlah daun, jumlah akar dan warna daun. Pembentukan tunas pada kultur mulai terjadi pada 1 MSP, multiplikasi Tunas mulai namoak pada 4 MSP. Penambahan SADH belum dapat menginduksi Umbi mikro bawang merah. Pada kultur bawang merah, perlakuan SADH berpengaruh tidak nyata terhadap peubc1h jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar pada kultur bawang merah, perlakuan tunggal sukrosa berpengaruh nyata terhadap peubah jumlah tunas hanya pada 4 MSP. Pengaruh perlakuan tunggal sukrosa tidak nyata terhadap peubah jumlah daun dan jumlah akar. Penambahan sukrosa belum dapat menginduksi umbi mikro bawang merah secara nyata. Peningkatan konsentrasi sukrosa mempengaruhi perubahan bentuk tunas bawang merah. Pada eksplan yang ditanam pada media yang diberi perlakuan 90 g/1 sukrosa, pangkal tunas terlihat lebih menggembung menyerupai umbi. Selama periode penggelapan, warna daun bertahan lebih lama Seiring dengan meningkatnyajumlah konsentrasi sukrosa yang diberikan. Belum diperoleh kombinasi SADH dan sukrosa yang dapat menginduksi umbi mikro bawang merah. Pada kultur bawang merah, kombinasi sukrosa dan SADH berpengaruh tidak nyata terhadap peubah jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127053
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository