View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian pengaruh variasi kenaikan harga relatif terhadap persepsi inflasi dan pengoptimalan pilihan konsumsi dengan metode percobaan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (839.1Kb)
      Date
      2010
      Author
      Agustina, Lenni
      Juanda, Bambang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. Akibat dari inflasi secara umum adalah menurunnya daya beli masyarakat. Seseorang merasakan tingkat inflasi lebih didasarkan karena pengalaman pribadi. Jika dengan inflasi, harga barang bergerak naik dengan persentase sama, maka mudah bagi seseorang dalam menyesuaikan harga dan kuantitas. Berbeda halnya jika harga barang bergerak naik dengan persentase yang berbeda-beda. Hal ini mengakibatkan adanya perubahan dalam harga relatifnya. Akibatnya, pelaku ekonomi sulit dalam menyesuaikan harga dan kuantitas karena hilangnya keterwakilan harga. Berbeda ketika terjadi kenaikan harga dengan persentase sama, pelaku ekonomi dapat mengambil harga tunggal sebagai perwakilan barang lainnya dan dapat mengamati peningkatannya. Penelitian ini melihat pengaruh variasi kenaikan harga relatif terhadap persepsi inflasi dan pengoptimalan pilihan konsumsi dengan metode percobaan. Prinsip penggunaan percobaan ekonomi ini adalah untuk melihat apakah perbedaan variasi kenaikan harga relatif sebesar nol dan 100 akan mempengaruhi perbedaan respon. Oleh karena itu, dilakukan suatu pengontrolan lingkungan dimana variabel lain yang mempengaruhi dianggap sama (asumsi cateris paribus). Respon yang dikaji dalam penelitian ini, antara lain: keuntungan pelaku ekonomi, kesalahan persepsi inflasi, dan distribusi alokasi barang. Respon keuntungan pelaku ekonomi dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Sedangkan respon kesalahan persepsi inflasi dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan transformasi data dengan melogaritmakan data hasil yang sebenarnya. Hal ini dilakukan karena data hasil kesalahan persepsi inflasi tidak memenuhi uji asumsi sehingga perlu dilakukan transformasi data terlebih dahulu. Untuk respon distribusi alokasi barang diuji dengan analisis korelasi Pearson yang bertujuan untuk melihat hubungan antara harga relatif dengan jumlah barang yang dibeli subjek percobaan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil percobaan ekonomi yang dilakukan terhadap 20 mahasiswa Ilmu Ekonomi dengan menggunakan media network pada program komputer. Sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur-literatur terkait yang membahas mengenai persepsi inflasi dan pengoptimalan pilihan konsumsi. Hasil evaluasi pertimbangan pengambilan keputusan menunjukkan bahwa perilaku pelaku percobaan dapat dikontrol sehingga semua pelaku percobaan ingin memaksimumkan keuntungannya. Hal ini menandakan bahwa asumsi induced value telah terpenuhi. Dari hasil percobaan ekonomi, rata-rata keuntungan pelaku ekonomi dari permainan berbelanja barang lebih besar pada kondisi kenaikan harga relatif dengan persentase sama (variasi kenaikan harga relatif nol) dibandingkan dengan kenaikan harga relatif dengan persentase yang berbeda (variasi kenaikan harga relatif sebesar 100). Hal ini menunjukkan bahwa adanya kerugian efisiensi yang diterima pelaku percobaan akibat pengoptimalan ulang pilihan konsumsi karena variabilitas harga relatif. Kesalahan persepsi inflasi dengan inflasi aktual cenderung lebih tinggi (overestimate) bila ada variasi kenaikan harga relatif dibandingkan ketika tidak ada variasi kenaikan harga relatif. Hal ini disebabkan karena persepsi inflasi subjek percobaan pada kondisi terdapat variasi kenaikan harga relatif lebih tinggi dan bervariasi sehingga kesalahan persepsi inflasi dengan inflasi aktualnya cenderung lebih besar dan tinggi. Hubungan antara harga relatif dengan jumlah barang yang dibeli subjek percobaan pada kedua kondisi baik pada variasi kenaikan harga relatif nol dan sebesar 100 menunjukkan korelasi negatif. Artinya, ketika harga suatu barang relatif rendah dibandingkan rata-rata harga barang lain selain barang tersebut, maka jumlah barang yang dibeli cenderung lebih banyak, dan sebaliknya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/127003
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository