Analisis pengaruh kebebasan ekonomi dan politik terhadap pertumbuhan ekonomi : sebuah tinjauan empiris: studi kasus Negara ASEAN 8 Periode 1997-2007
Abstract
Penelitian ini berjudul Analisis Pengaruh Kebebasan Ekonomi dan Politik terhadap Pertumbuhan Ekonomi : Sebuah Tinjauan Empiris Studi Kasus Negara ASEAN 8 Periode 1997 - 2007. Latarbelakang dari penelitian ini adalah berawal dari isu pentingnya peranan sistem ekonomi dan politik yang dianut suatu negara dalam mempengaruhi kesejahteraan negara tersebut. Dahulu perdebatan antara prinsip pasar bebas dan intervensi aktif pemerintah sering berujung kebuntuan, tetapi kini telah ada indeks yang dapat mengkuantifikasi sampai seberapa bebaskah ekonomi dan politik suatu bangsa sehingga kita bisa
mendapatkan ukuran yang tepat serta dapat menguji keabsahannya dalam mempengaruhi kesejahteraan. Walaupun sepertinya terdapat konsensus umum bahwa semakin bebas ekonomi dan politik, semakin cepat pula perekonomian akan tumbuh, tetapi sistem tersebut tidak selalu berjalan sesederhana demikian, khususnya pada studi kasus negara-negara berkembang, yaitu ASEAN 8. Karena
jika sistem tersebut dipaksakan pada negara yang belum siap (very early stage of development), maka bukan tidak mungkin negara tersebut malah akan semakin terpuruk. Metode penelitian dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis deskriptif dari pengamatan terhadap suatu permasalahan agar didapatkan gambaran yang luas mengenai fakta-fakta yang terjadi dibalik data yang ada.
Kemudian dilakukan analisis kuantitatif yaitu teknik estimasi metode data panel guna mengidentifikasi pengaruh indeks kebebasan ekonomi dan politik terhadap pertumbuhan ekonomi. Setelah diketahui signifikansinya, tahap selanjutnya adalah menguji faktor-faktor penyusun indeks kebebasan ekonomi dan politik yang manakah yang terbukti berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dan pada akhirnya, akan diuji apakah model yang kita bangun telah memenuhi teori pertumbuhan ekonomi yang ada. Melalui analisis panel data terhadap Negara-negara ASEAN 8 (Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam) dari tahun 1997-2007 dengan pendekatan pooled least square dan kerangka berpikir pertumbuhan ekonomi solow ditunjukkan bahwa semakin efisien dan bebas perekonomian akan membawa kepada pertumbuhan ekonomi yang lebih baik
pula. Dan politik yang semakin bebas akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi terhambat. Asumsi konvergensi terpenuhi, dan populasi dapat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Untuk mengetahui faktor-faktor apa sajakah yang patut diperhatikan dalam perumusan kebijakan sehingga dicapai pertumbuhan ekonomi yang baik, melalui uji yang kedua didapatkan bahwa jika negara-negara ASEAN 8 ingin membawa perekonomiannya ke arah yang lebih baik, maka kebijakan ekonomi harus diarahkan kepada penciptaan kondisi moneter yang stabil, intermediasi pasar finansial yang lebih terbuka dan efisien, kebijakan pengeluaran publik yang tepat, regulasi yang efisien dan tidak berbelit-belit, pemberantasan korupsi serta tingkat pajak yang rendah. Pada penelitian ini juga didapatkan hasil yang menyimpan dari teori serta hipotesa yang ada, yaitu pertumbuhan populasi pada kerangka berpikir
pertumbuhan solow terbukti berpengaruh positif. Hal itu dapat saja terjadi karena populasi yang banyak berarti juga sumber permintaan potensial akan semakin bertambah. Indeks Investmen Freedom dan Property Rights juga menyimpang dari teori yang ada, tetapi hal ini dipercaya penulis sebagai akibat dari lemahnya kekuatan variabel dalam mengidentifikasi fakta yang sebenarnya (lack of identification power) sehingga penelitian lebih lanjut dan perbaikan cara perhitungan indikator sangatlah diperlukan.
