Pengaruh cara ekstraksi dan periode simpan terhadap viabilitas benih duku (Lansium domesticum Crr.)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh cara ekstraksi dan periode simpan yang terbaik bagi viabilitas benih duku. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Laboratorium Kultur Jaringan, Jurusan Budidaya Pertanian dan di rumah kaca Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Baranangsiang pada bulan Februari sampai Mei 2001.
Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah cara ekstraksi sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf yaitu: ekstraksi benih yang menggunakan serbuk gergaji (A), larutan kapur tohor (A2), dan larutan HCl (As). Faktor kedua adalah periode simpan sebagai anak petak yang terdiri dari 5 taraf yaitu: penyimpanan 0 minggu (B1), 2 minggu (B2), 4 minggu (B3), 6 minggu (B4), dan 8 minggu (Bs). Semua kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 45 satuan percobaan. Data dianalisis dengan menggunakan sidik ragam uji F dan Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf a = 5%. Pengamatan dilakukan setiap dua minggu dengan melakukan uji viabilitas benih dengan tolok ukur daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, kecepatan tumbuh, dan kadar air benih.
Perlakuan cara ekstraksi berpengaruh nyata terhadap semua tolok ukur yang diamati. Periode simpan berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum dan kecepatan tumbuh tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tolok ukur kadar air benih. Interaksi antara perlakuan cara ekstraksi dengan periode simpan berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah dan potensi tumbuh maksimum tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tolok ukur kecepatan tumbuh dan kadar air benih...
