Pengaruh kualitas pola asuh dan latar belakang pendidikan pra sekolah terhadap pembentukan kecerdasan majemuk remaja
Abstract
Era global menuntut Bangsa Indonesia memiliki human capital yang
tinggi sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lainnya di dunia. Salah satu
upaya untuk meningkatkan sumberdaya manusia adalah dengan meningkatkan
kualitas dalam bidang pendidikan. Pendidikan yang diharapkan adalah yang
mampu mengembangkan potensi anak dalam aspek kognitif, sosial, emosi,
kreativitas, dan spirituallitas. Kelompok pra-sekolah Semai Benih Bangsa (KPSBB)
telah memulai menerapkan sistem pendidikan kearah pembangunan
manusia secara holistik. KP-SBB siperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu
sehingga kebutuhan untuk mendapatkan sekolah yang berkualitas tidak hanya
dirasakan oleh mayarakat menengah ke atas saja, tetapi masyarakat tidak mampu
pun dapat merasakannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1)
Mengidentifikasi karakteristik remaja dengan latar belakang pendidikan prasekolah
yang berbeda dan keluarganya, 2) Membandingkan kecerdasan majemuk,
pola asuh orangtua, dan kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler yang diikuti
remaja yang memiliki latar belakang pendidikan prasekolah KP-SBB, TK, dan
non-TK, 3) Menganalisis hubungan karakteristik remaja dan keluarganya dengan
pola asuh orangtua dan kecerdasan majemuk pada remaja, 4) Menganalisis
hubungan kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler yang diikuti dengan
kecerdasan majemuk remaja, 5) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
kecerdasan majemuk remaja.
Desain penelitian adalah cross sectional study. Penelitian ini dilakukan
mengacu pada penelitian Hastuti (2006) yang meneliti pengaruh model
pendidikan prasekolah pada pembentukkan anak sehat, cerdas, dan berkarakter
secara berkelanjutan. Penarikan contoh dilakukan secara purposive dengan
mengambil 119 contoh dari 356 contoh Hastuti (2006) dengan kriteria anak yang
berusia 11-15 tahun dan bertempat tinggal di Desa Situ Udik Kecamatan
Cibungbulang Kabupaten Bogor dan Kelurahan Sukamulya Kecamaran Bogor
Timur Kota Bogor. Dalam analisis data hanya 91 contoh yang menjadi responden
penelitian ini. Instrumen pengukuran kecerdasan majemuk remaja yang digunakan
adalah dengan mengadopsi instrumen dari Hoffman and Thoman (1999).
Kelompok TK memiliki rata-rata pendapatan perkapita keluarga lebih
besar dibanding kelompok lainnya (Rp 256.468,-). Namun, tidak terdapat
perbedaan yang nyata dalam status ekonomi keluarga antar ketiga kelompok
contoh (p-value=0,139). Pada kelompok SBB (63,3%) dan TK (51,6%) besar
keluarga contoh lebih dari separuhnya merupakan keluarga sedang, sedangkan
kelompok non-TK (53,3%) lebih dari separuhnya merupakan keluarga besar.
Sementara itu, berdasarkan lama pendidikan ibu kelompok TK memiliki rata-rata
pendidikan ibu yang lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya (8,10 ± 2,256
tahun). Berdasarkan besar
