Perilaku Neofobia pada Tikus Sawah (Rattus argentiventer Rob. & Kio)
Abstract
Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob. & Kio.) merupakan hama utama
pada pertanaman padi yang menyebabkan penurunan hasil yang besar.
Kemarnpuan reproduksi yang tinggi menyebabkan populasi dapat bertambah
dalam waktu yang singkat. Ditambah dengan kemampuan tikus sawah beradaptasi
dengan lingkungannya menyebabkan hewan ini menjadi lebih sulit dikendalikan.
Salah satu kendala dalam pengendalian tikus sawah adalah perilaku neofobia yaitu
rasa takut terhadap sesuatu yang baru yang dapat menyebabkan cekaman pada
tikus. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perilaku neofobia pada tikus
sawah yang dilakukan dalam kelompok dengan umpan yang sama dan berbeda.
Manfaat yang diharapkan dari penelitian adalah dengan mengetahui perilaku tikus
sawah dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk pengendaliannya.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Vertebrata Hama, Departemen Hama dan
Penyakit Tum buhan, Fakultas Pertanian, lnstitut Pertanian Bogor. Penelitian
berlangsung sejak bu Ian Maret sampai dengan bulan Juni 2004.
Tikus diletakkan di dalam ruangan tertutup yang dilengkapi dua buah
silinder hitam yang di dalamnya terdapat pakan. Di dalam salah satu silinder
terdapat lampu yang secara otomatis dapat nyala-mati sebagai sarana neofobia
sedangkan di dalam silinder yang lain tidak. Pada sore hari lampu gudang
dimatikan hanya silinder dengan lampu nyala-mati yang difungsikan. Sedangkan.
pada pagi hari, lampu gudang difungsikan sedangkan lampu nyala-mati yang
berada di silinder tidak difungsikan. Pada perlakuan pakan yang sama gabah
sebagai pakan yang lebih disukai dikonsumsi lebih banyak pada daerah yang tidak
terdapat gangguan, sedangkan pada perlakuari dengan pakan yang berbeda, gabah
dikonsumsi lebih banyak dibandingkan jagung walaupun terdapat gangguan.
