Analisis Kelompok Usaha Bersama dalam Rangka Peningkatan Status Sosial Ekonomi Komunitas Petani: Studi Kasus Desa Bungai Jaya dan Basarang, Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah
Abstract
Perbaikan kehidupan sosial ekonomi penduduk pedesaan, khususnya
komunitas petani dapat dilakukan melalui pembentukan kelompok usaha bersama.
Pendekatan ini sebagai salah satu altematif pemberdayaan untuk membantu
komunitas meningkatkan status sosial ekonominya. Pedekatan ini dilakukan karena
masih kuatnya kegiatan yang berbasis kegotong-royongan, kekompakan dan
kebersamaan yang merupakan energi sosial dalam komunitas petani di pedesaan.
Penelitian dilakukan pada dua kelompok kasus, yaitu di Desa Bungai Jaya
dan Desa Basarang Jaya, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kelompok usaha bersama (KUBe)
dalam mencapai tujuan dan mengetahui manfaat secara sosial maupun ekonomi
anggota kelompok. Pengumpulan data kurang lebih selama tujuh minggu, dengan
unit analisis rumahtangga pada aras rumah tangga dan kelompok pada aras di "atas"
rumah tangga. Penelitian bersifat eksplanatoris untuk menjelaskan fenomena tanpa
menguji hipotesis. Metode pengumpulan data menggunakan pendekatan non-survai
dan survai. Data yang diperoleh diolah dan dipaparkan secara diskriptif. Data
kualitatif disajikan untuk menjelaskan fenomena tanpa menguji hipotesis yang
didukung dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang hasil analisis data kuantitatif.
Keberadaan kelompok usaha bersama (KUBe) pada komunitas petani akan
sangat berarti apabila dinamika kelompok berjalan dengan baik. Kelompok yang
efektif adalah kelompok yang memperlihatkan dinamika meningkat dan berhasil
dalam mencapai tujuan individu anggota maupun tujuan kolektif.
Lokasi penelitian merupakan merupakan wilayah penempatan transmigran
asal Pulau Jawa dan Bali pada tahun 1962. Secara umum, sebagai daerah
pengembangan pertanian, penduduk pada kedua desa menggantungkan hidupnya dari
usaha pertanian. Pengembangan temak dan tanaman hortikultura (buah dan sayuran)
merupakan leading sector usahatani penduduk Desa Bungai Jaya dan Basarang Jaya.
Hasil penelitian menunjukkan kedinamisan KUBe berbeda pada kedua komunitas.
KUBe Temak di Desa Bungai Jaya yang mengembangkan sapi jenis PO
(Peranakan Ongole) memperlihatkan dinamika kelompok yang lebih baik. Hal ini
diperlihatkan dengan meningkatnya efektifitas, solidaritas, kerjasama, dan cenderung
terpeliharanya kehidupan kelompok. Anggota KUBe Temak mulai merasakan
senang, bangga berasosiasi, dan manfaat secara sosial maupun ekonomi serta mulai
berjalannya kontrol sosial dalam kelompok.
KUBe Tiga Serangkai di Desa Basarang Jaya, walaupun struktur
keanggotaannya cenderung homogen dan kekompakan anggota tinggi, namun
dinamika kelompok tampak lemah. Sehingga, efektifitas KUBe Tiga Serangkai
cenderung rendah atau lemah. Kondisi ini ditunjukkan dengan kurangnya kerjasama,
tidak adanya aktivitas dan kepemimpinan yang kurang mendapat kepercayaan dari
anggota. Pada KUBe Tiga Serangkai, tidak nampak adanya upaya mempertahankan
kehidupan kelompok, sehingga anggota kurang memperoleh manfaat baik secara
sosial maupun ekonomi.
Faktor yang dominan dalam menunjang kedinamisan kedua kelornpok di
lokasi penelitian adalah kepemimpinan dan dukungan modal usahatani. KUBe
Temak di Desa Bungai Jaya lebih dinamis karena ada dukungan· program. Adanya
dukungan program curahan perhatian ketua maupun pembinaan lebih mendapat
perhatian. Kekompakan anggota KUBe Tiga Serangkai modal untuk meningkatkan
keefektifan menuju tercapainya tujuan individu anggota maupun tujuan kolektif.
KUBe Tiga Serangkai, meskipun pada saat ini dinamika kelompok tampak lemah,
namun berpotensi menjadi kelompok yang mandiri dan sustainable karena didukung
oleh ikatan tradisional yang kuat. Hal ini dapat diwujudkan apabila ditopang oleh
kepemimpinan yang partisipatif. Pengembangan masyarakat mehlui KUBe yang
berbasis komunitas masih memerlukan dukungan program. Kelompok usaha bersama
yang dapat dijadikan sebagai wadah pengembangan masyarakat untuk meningkatkan
status sosial ekonomi komunitas petani adalah KUBe yang berbasis pada komunitas.
