Analisis pemasaran jagung (Zea mays L.) di sentra produksi Kabupaten Garut (studi kasus: Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut)
Abstract
Jagung adalah komoditi penting setelah padi yang mempunyai nilai
ekonomi yang tinggi. Kabupaten Garut merupakan sentra produksi jagung yang
menyumbangkan produksi jagung terbesar di Provinsi Jawa Barat. Namun,
produksi yang tinggi akan tidak berarti jika terdapat perbedaan harga yang tinggi
antara petani dan konsumen yang dapat menyebabkan rendahnya perolehan yang
diterima oleh petani. Tujuan dari penilitian ini adalah: 1) menganalisis lembaga,
fungsi dan saluran pemasaran dan 2) menganalisis efisiensi sistem pemasaran
jagung melalui pendekatan marjin pemasaran, farmer’s share dan rasio
keuntungan terhadap biaya. Observasi dan wawancara dilakukan kepada 35 petani
dengan purposive sampling dan 13 lembaga dengan metode snowball sampling.
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif
dan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui lembaga, fungsi
dan saluran pemasaran jagung di Desa Dangdeur, sedangkan analisis kuantitatif
digunakan untuk menghitung marjin pemasaran, farmer’s share dan rasio
keuntungan terhadap biaya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 saluran
pemasaran jagung yang menjalankan fungsi yang relatif sama.. Saluran III relatif
efisien dibandingkan saluran lainnya. Saluran ini merupakan saluran terpendek
yang hanya melibatkan pedagang pengumpul kecamatan sebagai lembaga
pemasaran dengan harga jual di tingkat petani sebesar Rp 2 600 per kg, marjin
pemasaran sebesar Rp 400 per kg, farmer’s share tertinggi sebesar 86.67% dan
rasio keuntungan terhadap biaya sebesar 1.23.
