Pengaruh Waktu Inokulasi Geminivirus pada Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) terhadap Perkembangan Penyakit.
View/ Open
Date
2005Author
Sinambela, Lisdawaty
Hidayat, Sri Hendrastuti
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui waktu inokulasi geminivirus
yang menyebabkan keparahan penyakit yang paling merugikan pada tanarnan
tomat. Hasil penelitian dapat memberikan informasi yang berguna untuk menekan
kehilangan hasil akibat infeksi geminivirus melalui perlindungan terhadap infeksi
pada umur tanaman tertentu.
Benih tomat varietas Arthaloka dan Donna disemai pada medium semai.
Setelah berumur 3-4 minggu setelah semai (MSS) bibit dipindahkan ke polibag
berukuran 30 x 30 cm. Penularan virus menggunakan B. rabaci Genn., dilakukan
saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam (MST), 3 MST, 1 minggu sebelum
berbunga (MSbB) dan 1 minggu setelah berbunga (MStB). Inokulasi balik
dilakukan untuk memastikan keberadaan geminivirus pada tanaman tomat.
Penelitian menggunakan rancangan faktorial dalam acak lengkap dengan dua
faktor yaitu perbedaan waktu inokulasi dan varietas tomat.
Peubah yang diamati meliputi gejala, petiode inkubasi, kejadian penyakit,
laju pertambahan tinggi, penundaan waktu berbunga dan persentase bunga yang
bertahan menjadi bakal buah.
Basil penelitian menunjukkan gejala penyakit yang sama terlihat pada
kedua varietas yaitu berupa mosaik, ukuran daun lebih kecil serta bentuknya tidak
beraturan. Gejala paling awal muncul pada varietas Donna. Periode inkubasi
tercepat te rjadi pada 3 MST yaitu 8-11 hari untuk varietas Donna dan 9-13 hari
untuk varietas Arthaloka dengan kejadian penyakit masing-masing sebesar I00%.
Laju pertambahan tinggi tanaman tomat varietas Arthaloka mengalami
penurunan pada semua perlakuan (1 MST, 3 MST, 1 MSbB dan 1 MStB). Hal
tersebut juga terjadi pada varietas Donna, kecuali untuk perlakuan 1 MST. Pada
tanaman kontrol laju pertambahan tinggi tanaman dad 1 MST sampai 3 MST
meningkat, sedangkan ketika tanaman memasuki 4 MST dan 5 MST laju
pertambahan tinggi cenderung turun. Pada tanaman tomat varietas Arthaloka
penundaan waktu berbunga berkisar antara 10.8 sampai LO hari, sedangkan pada
varietas Donna penundaan waktu pembungaan berkisar antara 6.2 sampai 0.4 hari.
Persentase bunga yang menjadi bakal buah tertinggi terjadi pada perlakuan 1
MStB, yaitu 61. 7% untuk varietas Arthaloka dan 71.15% untuk varietas Donna;
sedangkan persentase bunga yang menjadi bakal buah terendah terjadi pada
perlakuan 1 MST, yaitu 53.26% untuk varietas Arthaloka dan 51.61 % untuk
varietas D onna. Waktu inokulasi geminivirus yang paling merugikan adalah pada
saat umur tanaman 1 MST karena pada fase tersebut tanaman masih sangat rentan
terhadap infeksi geminivirus. Hal tersebut menurtjukkan bahwa proteksi tanaman
sejak awal akan mengurangi resiko kehilangan hasil.
