Karakteristik dan seleksi dua puluh empat genotipe jagung menuju pembentukan varietas jagung semi (baby corn) bertongkol banyak
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan dari dua puluh empat genotipe jagung koleksi Balai Penelitian Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian Bogor dan seleksi awal menuju pembentukan varietas jagung semi (baby corn) bertongkol banyak dengan waktu panen lebih cepat.
Rancangan yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri dari dua puluh empat genotipe jagung. Setiap perlakuan diulang tiga kali dan tiap ulangan terdiri dari 22 tanaman yang ditanam dalam baris. Karakter yang diamati adalah tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah buku, jumlah tongkol, umur panen, berat tongkol kotor, berat tongkol bersih, panjang tongkol, diameter tongkol, dan tongkol layak dipasarkan per tanaman.
Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang sangat nyata dari uji F untuk semua karakter yang diamati, hal ini menggambarkan bahwa seleksi yang dilakukan akan efektif. Nilai koefisien keragaman (KK) berkisar antara 0.67 (bobot tongkol kotor) dan 25.01 (tongkol layak dipasarkan per tanaman).
Genotipe yang memiliki rata-rata jumlah tongkol dan tongkol layak dipasarkan per tanaman terbanyak adalah L. Rempek, yaitu 2.78 dan 2.56 tongkol. Pena Boto memiliki tongkol afkir jauh lebih rendah (8.12%) dibandingkan dengan genotipe lain. Genotipe dengan umur panen tercepat adalah L. Dea (42.60 hari) dan L. Nala (44.83 hari). Secara visual L. Rempek dan Pena Boto memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan genotipe lain yang diuji.
