Pengaruh perlakuan invigorasi terhadap viabilitas benih semangka (Citrullus vulgaris Schard), benih melon (curcumis melo L) dan benih ketimun (Cucumis sativus) pada beberap periode simpan
View/ Open
Date
2003Author
Nasution, Yuli Yanthy
Suwarno, Faiza
Sari, Maryati
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini terdiri atas tiga percobaan, yaitu percobaan dengan benih semangka, melon dan ketimun, yang disusun secara faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor 1 adalah perlakuan invigorasi dengan GA (50 ppm, 100 ppm, 150 ppm), KNO; (1%, 2%, 3%), dan shiimarocks (500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm) dan kontrol (kering dan perendaman air). Faktor 2 adalah periode simpan (0, 1, 2, 3 bulan). Benih semangka, melon dan ketimun masing-masing sebanyak ± 4000 butir di kemas dalam kantung polietilen ukuran 30 15 cm dan disimpan di ruang penyimpanan dengan suhu kamar (RH-80-90% dan suhu-27-31°C) selama 0, 1, 2, 3 bulan. Pada akhir setiap periode simpan dilakukan perlakuan perendaman benih didalam GA (50 ppm, 100 ppm, 150 ppm), KNO (1%, 2%, 3%), dan shiimarocks (500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm) dan kontrol (kontrol I adalah benih kering tanpa direndam dan kontrol 2 adalah benih dengan perendaman air). Benih semangka direndam selama 18 jam, benih melon direndam selama 10 jam dan benih ketimun direndam selama 18 jam. Tiap-tiap perlakuan dilakukan 3 ulangan. Pengujian viabilitas setelah perlakuan invigurasi dilakukan dengan menanam benih pada media pasir. Parameter yang digunakan adalah viabilitas potensial dengan tolok ukur daya berkecambah (DB) dan berat kering kecambah normal (BKKN), vigor benih dengan tolok ukur cepatan tumbuh (Ker) serta vigor kecambah dengan tolok ukur tinggi kecambah Toulan panjang akar (PA). IPB University
Percobaan I. Perlakuan invigorasi benih semangka (Citrullus vulgaris Schard) dengan perendaman dalam air, GA, 150 ppm, dan KNO, 3% mampu meningkatkan viabilitas potensial dengan toloi: ukur daya berkecambah (DB) pada periode simpan 3 bulan. Perlakuan dengan menggunakan perendaman dalam air dan KNO, 3% juga mampu meningkatkan vigor kekuatan tumbuh benih ersebut dengan tolok ukur kecepatan tumbuh (Ker) kecambah.
