Kerentanan Penghidupan Petani Padi Terhadap Kejadian Iklim Ekstrem (Studi kasus: Desa Pengkol dan Desa Latak, Kabupaten Grobogan)
Date
2023-10Author
Nisa, Firdatun
Hidayati, Rini
Dasanto, Bambang Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Peningkatan frekuensi kejadian iklim ekstrem menunjukkan terjadinya
perubahan iklim, yang akan berdampak terhadap produktivitas pertanian padi dan
secara tidak langsung memengaruhi kerentanan penghidupan petani padi. Kajian
dalam kasus tersebut telah dilakukan berbagai instansi namun tidak dieksplorasi
hingga tingkat lokal sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kejadian
iklim ekstrem yang berdampak terhadap produktivitas padi dan tingkat kerentanan
penghidupan petani lokal padi di Desa Pengkol dan Desa Latak. Penilaian
kerentanan dianalisis menggunakan metode Livelihood Vulnerability Index (LVI)
dan alternatif penilaian sebagai pembanding, LVI dilakukan dengan metode
kerentanan IPCC (LVI-IPCC). Penilaian dengan LVI menggunakan pembobotan
dengan metode rata-rata aritmatika sedangkan LVI-IPCC menggunakan
pembobotan rata-rata aritmatika dan dengan metode principal component
analysis (PCA). Pembobotan PCA yang dianggap lebih merepresentasikan peran
setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi kenaikan frekuensi
kejadian iklim ekstrem dan penurunan produktivitas padi pada Tahun 2006-2020.
Hal ini berdampak terhadap kerentanan dan hasil perhitungan kerentanan
penghidupan petani padi dari LVI Desa Pengkol (0,337) lebih tinggi dari Desa
Latak (0,313) yang menggambarkan Desa Pengkol lebih rentan dari Desa Latak.
Nilai kerentanan dengan metode LVI-IPCC Desa Latak yaitu -0,103 dan -0,087
lebih tinggi dari Desa Pengkol yaitu -0,137 dan -0,119 dengan pembobotan (Rata
rata aritmatika dan PCA) maka penghidupan petani padi Desa Latak lebih rentan
dari Desa Pengkol. Semua hasil LVI maupun LVI-IPCC kedua desa tergolong
dalam indeks rentan. Perbedaan dari kedua pembobotan terletak pada indikator
yang harus diberi perhatian dan penanganan utama.
