Kajian Nira Aren Sebagai Pengencer Alternatif Semen Domba Garut
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mencari altematif pengencer semen domba Garut
yang murah serta mudah diperoleh terutama di daerah pedesaan, dan untuk
memperoleh perbandingan optimal antara nira aren dan kuning telur. Pemanfaatan
nira aren sebagai pengencer alternatif diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pada penerapan program 1B di daerah pedesaan, ha! ini dikarenakan sifat
nira aren yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan mudah diperoleh.
Pada penelitian ini digunakan dua jenis pengencer dengan beberapa kombinasi
kadar kuning telur, yaitu nira aren yang mengandung 20% (NAKT-20), 30%,
(NAKT-30) dan 40% (NAKT-40) kuning telur. Tris-sitrat-fruktosa yang
mengandung 20% kuning telur (TSFKT-20) digunakan sebagai kontrol. Parameter
yang diamati adalah persentase motilitas progresif, persentase hidup dan persentase
membran plasma utuh (MPU) hingga hari keempat penyimpanan pada suhu 5° C.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat per\akuan
dan sebelas ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis
ragam (ANOVA) danjika ada perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji beda
nyata jujur (uji Tukey's), sedangkan jika ada perbedaan antar selang penurunan hari
dianalisa dengan uji T-Student.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase motilitas pada hari
keempat penyimpanan, perlakuan TSFKT-20 (52,27%) nyata lebih tinggi (P<0,05)
dibandingkan dengan perlakuan NAKT-20 (29,09%), NAKT-30 (34,09%), dan
NAKT-40 (30,91%). Rata-rata persentase hidup dan MPU pada hari keempat
penyimpanan, perlakuan NAKT-20 (55,73% dan 52,46%), NAKT-30 (58,64% dan
54,91%), NAKT-40 (56,46% dan 52,73%), dan TSFKT-20 (61,73% dan 57,09%)
memperlihatkan perbedaan yang nyata (P<0,05), terkecuali NAKT-30. Dapat
disimpulkan bahwa pengencer tris-sitrat-fruktosa masih lebih baik dibandingkan
pengencer nira aren dalam mempertahankan kualitas semen domba Garut, namun
demikian pengencer nira aren yang mengandung 20%, 30%, dan 40% kuning telur
masih memenuhi syarat digunakan dalam program inseminasi buatan (IB) pada hari
ketiga penyimpanan karena masih memiliki motilitas ?:40%. Pengencer nira aren
kuning telur 30% (NAKT-30) sendiri didapat sebagai pengencer yang paling
mendekati kemampuan tris-sitrat-fruktosa kuning telur 20%.
