Pengaruh Pukan Sapi Dan Kapur Terhadap Erapan Sulfat Pada Latosol Dari Darmaga Dan Podsolik Dari Jasinga
View/ Open
Date
2003Author
Nugroho, Rully
Anwar, Syaiful
Nugroho, Budi
Metadata
Show full item recordAbstract
Erapan sulfat oleh tanah memegang peranan penting dalam hubungannya
dengan ketersediaannya bagi tanarnan yang diantaranya dipengaruhi oleh kadar dan
tipe mineral liat, hidroksida, bahan organik, pH, konsentrasi sulfat, kehadiran anion
lain dan kation. Tanah memiliki kemampuan rendah dalam meretensi anion, terutama
sulfat karena ion ini mudah tercuci. Penggunaan pupuk k.andang dan pengapuran
sangat umum dilakukan dalam pengelolaan tanah dan tanaman pada tanah masam.
Tujuan penelitian ini adalah menetapkan pengaruh pukan sapi dan k.apur terhadap
erapan sulfat pada Latosol dari Darmaga dan Podsolik dari Jasinga.
Perlakuan yang diberikan adalah penambahan pukan sapi sebanyak tiga taraf
(0, 2.5, dan 5.0% setara kandungan C-organik tanah), dan perlakuan k.apur sebanyak
tiga taraf (0, 0.25, dan 50.0 setara dengan kandungan Aidd tanah) yang diinkubasi
selama satu bulan. Setelah inkubasi, pH masing-masing tanah diukur. Penetapan
erapan sulfat dilakukan dengan menyetimbangkan tanah yang telah diperlakuk.an
dengan larutan mengandung ion sulfat dalam 0.01 M NaCl. Isotermal langmuir
digunakan untuk menetapkan erapan maksimum (b) dan konstanta energi ikatan (k).
Pukan sapi, kapur, dan interaksinya memiliki pengaruh nyata baik terhadap
nilai pH tanah, b, maupun k. Pukan sapi berkorelasi negatif terhadap nilai pH tanah dan b, namun berkordusi positif terhadap nilai k. Sebaliknya, kapur berkorelasi
positif terhadap nilai pH tanah dan b, namun namun berkorelasi negatif terhadap nilai
k. Umumnya interaksi kedt1a faktor tersebut menyebabkan menurunnya nilai pH
tanah, b, dan k (saling meniadakan) dibandingkan dengan pengaruh bahan•bahan
tersebut sebagai faktor tunggal.
Podsolik dari Jasinga mempunyai nilai .b lebih tinggi dibandingkan dengan
Latosol dari Darmaga dan peningkatan nilai b tersebut ditandai dengan menurunnya
nilai k. Peningkatan erapan sulfat yang disebabkan oleh mekanisme koadsorpsi
(cooperative adsorption) antara ion Ca2• dan so/· (ion Ca2+ bertindak sebagai cation
bridge antara ion SO/' dan permukaan koloid) tampaknya merupakan mekanisme
utama erapan yang te1jadi meskipun mekanisme erapan secara non spesifik dan
mekani sme laint1ya j uga berperan.
