Analisis pendapatan finansial usahatani anggur di kabupaten Klaten
Abstract
Anggur (Vitis vinifera) sebagai komoditas buah-buahan merupakan salah satu komoditas hortikultura yang dirancang sebagai sumber pertumbuhan baru sektor pertanian dalam Pembangunan Jangka Panjang (PJP) II (Rahmat Rukmana, 1999) Hal ini didukung bahwa anggur mempunyai peluang pasar buah-buahan dalam negeri, dimana permintaan pasar dalam negeri akan produksi buah-buahan terus mengalami peningkatan Di Indonesia sentra produksi anggur masih terpusat di Buleleng (Bali) dan Probolinggo (Jawa Timur). Kabupaten Klaten merupakan daerah produksi yang tergolong baru yang mempunyai potensi untuk dikembangkan, khususnya untuk anggur hijau jenis belgie.
Di daerah penelitian, usahatani anggur ini akan dikembangkan dalam skala yang lebih besar. Selain itu, produktivitas anggur di wilayah Kabupaten Klaten masih rendah yang tentunya dapat mempengaruhi pendapatan yang diterima petani dan faktor-faktor produksi yang digunakan. Untuk itu diperlukan analisis mengenai pendapatan usahatani anggur dan faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi anggur.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji keragaan usahatani anggur di lokasi penelitian, menganalisis pendapatan usahataninya dan mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi anggur serta tingkat penggunaan faktor-faktor produksinya.
Penelitian dilakukan di 18 desa atau 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Klaten pada bulan Maret sampai April 2003. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung kepada petani anggur dan melakukan pengamatan terhadap keadaan usahatani anggur di daerah penelitian Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Klaten dan BPS Jakarta, Dinas Pertanian Klaten, Balai Desa di lokasi penelitian dan Direktorat Jenderal Hortikultura Jakarta Metode penarikan contoh menggunakan metode purposive sampling karena responden dipilih secara sengaja berdasarkan petani anggur yang sudah pernah panen. Hat cinta milik IPR Eniversity
Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif bertujuan untuk melihat keragaan usahatani anggur di daerah penelitian. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis pendapatan usahatani dan penggunaan faktor-faktor produksi. Data pendapatan usahatani diolah dengan menggunakan software Microsoft Excel dan data faktor-faktor produksi diolah dengan software Minitab 13 menggunakan model fungsi produksi Cobb Douglas
Usahatani anggur di Kabupaten Klaten baru dimulai sekitar tiga tahun yang lalu dan akan ada pengembangan lahan terhadap usahatani ini. Bibit yang digunakan adalah bibit anggur hijau jenis belgie yang mempunyai intensitas produksi satu kali pada tahun pertama dan tiga kali pada tahun-tahun berikutnya. Penjualan anggur dilakukan langsung di kebun dalam bentuk buah segar sehingga penggunaan teknologi belum diterapkan.
