View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis sosial ekonomi budidaya perikanan tambak di wilayah hutan bakau Malangke, Sulawesi Selatan: studi kasus

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (4.601Mb)
      Date
      1985
      Author
      Slamet, Utje Usman
      Koesbiono
      Collier, William L.
      Mudikdjo, Kooswardhono
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan penelitian ini ialah mengetahui karakteristik sosial dan ekonomi petani tambak di Wilayah hutan bakau serta kaitannya terhadap produksi, penggunaan modal, tenaga kerja dan pendapatan petani tambak. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode pendekatan usahatani. Lokasi penelitian dibedakan atas lokasi-lokasi yang berada di sekitar luar hutan bakau dan lokasi yang berada di dalam kawasan hutan bakau. Lokasi-lokasi yang berada di sekitar luar hutan adalah Kampung Tompe dan Waelawi sedangkan yang berada di dalam kawasan hutan adalah Kampung Lamiko-miko. Karakteristik per unit usahatani tambak yang diamati mencakup umur petani, besar anggota keluarga, tingkat pendidikan, pengalaman berusaha, luas penguasaan lahan dan besarnya kebutuhan hidup pokok keluarga. Di antara ketiga lokasi penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata mengenai besar/jumlah anggota keluarga yang konsisten dengan perbedaan di dalam kebutuhan hidup pokok. per unit usahatani. Segi ekonomis unit usahatani yang diamati meliputi luas dan umur tambak, produktivitas hasil ikan bandeng, efisiensi penggunaan modal, produktivitas kerja, pendapatan, tataniaga, tingkat pengusahaan tambak dan persepsi petani terhadap hutan bakau. Tingkat pengusahaan tambak di seluruh lokasi penelitian masih termasuk ke dalam tingkat pengusahaan yang semi intensif. Produksi dipengaruhi oleh besarnya padat penebaran, biaya usaha total dan lokasi tambak. Produktivitas hasil fisik (bandeng) tertinggi terdapat pada lokasi yang berada di luar hutan bakau (Kampung Waelawi). Tataniaga ikan bandeng dipengaruhi oleh biaya transportasi yang relatif lebih tinggi dari pada komponen biaya tataniaga lainnya. Jangkauan pemasaran ikan bandeng ter- nyata sampai ke luar dari wilayah Kecamatan dan Kabupaten penelitian. Sumber pendapatan unit usaha di samping dari usahatani padi sawah, usahatani tambak ikan bandeng merupakan sumber pendapatan terbesar. Untuk keseluruhan lokasi penelitian ternyata masih terdapat 13 - 28 persen unit usahatani yang pendapatannya masih di bawah besar kebutuhan hidup pokok keluarga. Rata-rata pendapatan total terbesar per unit terdapat pada unit-unit usahatani yang berada di Kampung Lamiko-miko (dalam kawasan hutan bakau). Persepsi petani responden yang berada di dalam kawasan hutan bakau tentang adanya jalur hijau pantai (green belt) menunjukkan bahwa 12 persen mengetahui dan 37 persen menyetujui.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/126225
      Collections
      • MT - Multidiciplinary Program [1955]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository