Pendugaan Potensi Tegakan Berdasarkan Plot Sampling dan Tree Sampling di Jasinga Silviculture Teaching Industry (JSTI)
Date
2023-10-09Author
Yupal, Agnipriska Virdana
Rusdiana, Omo
Ilham, Qori Pebrial
Metadata
Show full item recordAbstract
Informasi awal mengenai potensi hutan menjadi salah satu aspek penting dalam
menyusun rencana pengelolaan hutan lestari. Hutan penelitian JSTI kompleksitasnya
masih dalam tahap pengembangan sehingga diperlukan data awal terkait potensi
tegakan hutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menduga potensi tegakan
menggunakan metode stratified systematic sampling with random start dengan unit
contoh berupa plot sampling (lingkaran berukuran 0.05 ha) dan tree sampling dengan
jumlah pohon 6, 7, 8, 9, dan 10 pohon sekaligus membandingkan tingkat ketelitian dan
efisiensi dari bentuk unit contoh tersebut serta perlakuan silvikultur yang dapat
diterapkan. Kawasan hutan JSTI dibagi menjadi tiga kelas tutupan vegetasi, yaitu
vegetasi rapat, sedang, dan jarang. Pengukuran data di lapangan dilakukan dengan
identifikasi spesies pohon, pengukuran diameter setinggi dada (dbh), tinggi total (tt),
tinggi bebas cabang (tbc), jarak pohon terjauh, dan waktu kerja yang akan dianalisis
dan dilakukan uji lanjut. 10-tree sampling memiliki tingkat ketelitian dan efisiensi yang
lebih baik dibandingkan lingkaran dalam menduga potensi volume total, volume
komersil, dan LBDS tegakan. Hal ini dikarenakan plot tree sampling memiliki nilai
sampling error yang lebih rendah dan efisiensi relatif yang lebih tinggi dibandingkan
lingkaran. Perlakuan silvikultur pada tegakan rapat dilakukan dengan penjarangan
sedangkan pada tegakan sedang dan jarang dilakukan dengan pengayaan jenis. Preliminary information regarding forest potential is an important aspect in
developing a sustainable forest management plan. The complexity of the JSTI research
forest is still in the development stage, so preliminary data is needed regarding the
potential of the forest stand. This study aims to estimate the potential of stands using
stratified systematic sampling with random start with sample units in the form of plot
sampling (circles measuring 0.05 ha) and tree sampling with 6, 7, 8, 9, and 10 trees as
well as comparing the level of accuracy and efficiency from the form of the sample unit
and the silvicultural treatment that can be applied. The JSTI forest area is divided into
three classes of vegetation cover, namely dense, medium, and sparse vegetation. Data
measurement in the field was carried out by identifying tree species, measuring
diameter at breast height (dbh), total height (tt), branch-free height (tbc), farthest tree
distance, and working time which will be analyzed and further tested. 10-tree sampling
have a better level of accuracy and efficiency than circular plot in estimating potential
total volume, commercial volume, and stand LBDS. It is caused tree sampling have
lower sampling error values and higher relative efficiency. Silvicultural treatment in
dense stands was carried out by thinning, while in medium and rare stands it was carried
out by species enrichment.
Collections
- UT - Silviculture [1443]
