Pengaruh waktu tanam, varietas, pemupukan, dan jarak tanam kedelai terhadap pertumbuhan populasi Bemisia tabaci gennadius (Homoptera : Aleyrodidae)
View/ Open
Date
1988Author
Lanya, Harsono
Sosromarsono, Soemartono
Partoatmodjo, Sadji
Rauf, Aunu
Metadata
Show full item recordAbstract
Sejak menyerang tahun tanaman 1979 kedelai Bemisia tabaci di berbagai dilaporkan daerah di Indonesia. Perkembangan hama tersebut dan penyakit virus yang ditularkannya dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat serangannya. baik daerah penyebaran maupun luas
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tanam, varietas, pemupukan, terhadap pertumbuhan dan populasi jarak tanam serangga B. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat waktu kedelai tabaci. sebagai masukan dalam usaha-usaha pengendaliannya.
Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari faktor masing-masing dua taraf, tanggal 7 Juni dan 14 Juli 1986, yaitu (1) waktu. (2) varietas empat tanam Kerinci dan Lokon, (3) pemupukan dengan 46 kg N, 45 kg P2 O, dan 60 kg K2 0, dan tidak dipupuk, dan (4) jarak tanam 25.0 cm x 25.0 cm dan 12.5 cm x 50.0 cm. Waktu tanam sebagai petak utama dan kombinasi faktor-faktor lainnya. sebagai
anak patak. Percobaan faktorial ini menggunakan rancangan petak terbagi dalam tiga ulangan.
Parameter yang diamati adalah (1) total populasi yang diperoleh dengan menghitung populasi imago, dan populasi gabungan dari telur, nimfa dan puparium. dan (2) hasil panen bobot biji kedelai.
Hasil
penelitian menunjukkan
bahwa
waktu
tanam
sangat berpengaruh terhadap perbedaan kepadatan populasi
telur,
nimfa dan puparium, populasi imago, maupun total
45
populasi. Perbedaan tersebut tampak nyata pada umur
hari
setelah
tanam sampai dengan tanaman berumur
tua.
Kepadatan populasi B.
tabaci pada
per tanaman
pertama
yang
dengan
ditanam 7 Juni 1986 lebih tinggi dibanding
kepadatan populasi pada pertanaman kedua yang ditanam 14
Juli
1986.
Puncak populasi telur, nimfa dan
puparium
hari
pada
pertanaman pertama terjadi ketika berumur 45
setelah
tanam dengan kepadatan yang sangat tinggi yaitu
1137.12
individu per tanaman,
sedang pada
pertanaman
kedua, puncak populasi terjadi ketika tanaman berumur 30
hari
setelah
tanam
dengan kepadatan yang
jauh lebih
per
rendah yaitu 153.14 individu
tanaman.
Puncak
ketika
populasi
imago
pada pertanaman pertama terjadi.
kepadatan
60 hari setelah tanam dengan
rata-rata
75.79 akor
sedang pada pertanaman kedua ketika berumur
14.63
30
hari setelah tanam dengan kepadatan rata-rata.
ekor. ...
Collections
- MT - Agriculture [4004]
