Kajian Risiko Program Digitalisasi Proses Kredit UMKM Bank XYZ Wilayah Sumatra Barat
View/ Open
Date
2023Author
Nugraha, Wahyu Fitrayanto
Hardjomidjojo, Hartrisari
Sarma, Ma’mun
Metadata
Show full item recordAbstract
Perkembangan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tidak lepas dari kinerja riil yang dihadapi sebagian besar pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia. Yang paling menonjol adalah rendahnya tingkat produktivitas, nilai tambah, dan kualitas produk. Meskipun demikian, UMKM menyediakan lapangan kerja bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Kontribusi UMKM dalam output nasional masih tergolong rendah. Faktor penyebab rendahnya kontribusi UMKM dalam menghasilkan output barang dan jasa yang rendah adalah jenis pengambilan keputusan yang cepat dan tidak mempertimbangkan faktor lain di kemudian hari.
Pengambilan keputusan pengusaha UMKM yang menggunakan intuisi daripada perhitungan bisnis biasa mengakibatkan pengambilan keputusan menjadi cepat dan eksekusi keputusan tersebut membutuhkan waktu yang singkat. Dalam rangka membangun keunggulan UMKM dengan memberikan tambahan modal yang tepat jumlah dan penggunaan yang tepat, Bank XYZ mengembangkan analisa kredit digital yang memberikan analisa kredit yang komprehensif dan menyeluruh, salah satunya untuk mengurangi risiko gagal bayar. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis risiko Aplikasi Analisis Kredit Digital (AAKD) yaitu sebuah aplikasi yang digunakan oleh bank XYZ dalam mensupport kecepatan analisis kredit mikro, Menganalisis AAKD terhadap keakuratan analisis kredit mikro dari Petugas Kredit Mikro (PKM) dan merumuskan kebijakan untuk dapat memperbaiki sistem AAKD.
Analisis data menggunakan House of Risk yang terdiri dari House of Risk tahap 1 dan tahap 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada house of risk tahap pertama terdapat 30 penyebab risiko, dan didapatkan tiga risiko dominan yaitu kesalahan pemberian kredit, kesalahan proses kredit dan perubahan biaya. Setelah diperoleh agen penyebab risiko yang dominan, maka dilakukan House of Risk tahap kedua yaitu mitigasi risiko. Mitigasi risiko yang dapat dilakukan Bank XYZ dalam rangka meningkatkan komunikasi baik internal maupun eksternal, membuat jadwal edukasi SDM secara teratur, Konsisten dalam pelaksanaan edukasi, Peningkatan pengawasan dalam memantau kinerja SDM khususnya bagian kredit, Mengevaluasi hasil kerja bagian kredit dan bagian terkait dan Mencegah kesalahan dalam pengajuan dan proses kredit
