Perencanaan Interpretasi di Lokasi Bumi Karuhun Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi
Date
2023-09-29Author
Azizah, Nur
Muntasib, E.K.S. Harini
Kosasih, Dian Achmad
Metadata
Show full item recordAbstract
Bumi Karuhun terletak di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit,
Kabupaten Sukabumi. Meskipun wilayahnya tidak begitu luas, tempat ini
menawarkan keunikan Bumi Pasundan dengan topografi kontur tanah yang
bergelombang. Permukaannya bervariasi dan dikelilingi oleh beragam jenis
tumbuhan, menjadikannya objek wisata menarik dengan beragam kegiatan
interpretasi. Tujuan penelitian menyusun perencanaan interpretasi di lokasi Bumi
Karuhun, Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi
pustaka, observasi lapangan, dan wawancara. Objek interpretasi mencakup
berbagai aspek, seperti fisik (sungai, mata air, dan lain-lain), biologi (tumbuhan dan
satwa), serta aspek sosial budaya. Tema yang diusung adalah “Exploring Eco Educational Tourism at Bumi Karuhun”. Melalui peta interpretasi, rencana sarana
prasarana, dan skenario cerita interpretasi memperkenalkan kondisi alam Bumi
Karuhun. Bumi Karuhun is located in Gedepangrango Village, Kadudampit District,
Sukabumi Regency. Even though the area is not very large, this place offers the
uniqueness of Bumi Pasundan with its wavy land contour topography. The surface
is varied and surrounded by various types of plants, making it an interesting tourist
attraction with a variety of interpretive activities. The aim of the research is to
prepare an interpretation plan at the Bumi Karuhun location, Gedepangrango
Village, Kadudampit District, Sukabumi Regency. The data collection methods
used in this research were literature study, field observation and interviews.
Interpretation objects include various aspects, such as physical (rivers, springs, etc.),
biological (plants and animals), as well as socio-cultural aspects. The theme is
"Exploring Eco-Educational Tourism at Bumi Karuhun". Through interpretive
maps, infrastructure plans and scenarios, interpretive stories introduce the natural
conditions of Bumi Karuhun.
