Analisis Pemasaran Kelapa Sawit Swadaya Bersertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Batanghari di Provinsi Jambi
Date
2023Author
Hutagalung, Bagasferyan
Asmarantaka, Ratna Winandi
Adhi, Andriyono Kilat
Metadata
Show full item recordAbstract
Provinsi Jambi mempunyai kabupaten yang mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) yaitu di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Batanghari, tujuan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi membuat sertifikat ISPO di Gapoktan dan koperasi berdasarkan PERMENTAN Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2020, yaitu petani ISPO dapat melakukan penjualan tandan buah segar (TBS) secara langsung ke pabrik kelapa sawit melalui Gapoktan dan koperasi sehingga memiliki nilai farmer’s share yang tinggi. Penerapan sertifikat ISPO tidak berjalan dengan semestinya, sehingga petani yang sudah mendapatkan sertifikat ISPO masih menjual TBS ke pedagang TBS sehingga petani ISPO harus menerima harga TBS ISPO yang rendah, serta tidak ada perbedaan harga TBS ISPO dengan TBS non sertifikat. Kondisi daerah penelitian dalam hal ini tidak sesuai dengan prinsip dan indikator ISPO.
Tujuan penelitian yaitu mengetahui saluran dan fungsi pemasaran, serta peran yang dijalankan oleh lembaga-lembaga pemasaran pada kelapa sawit ISPO di Provinsi Jambi dan menganalisis efisiensi relatif pemasaran TBS kelapa sawit ISPO pada di tiap saluran pemasaran di Provinsi Jambi. Analisis efisiensi melalui pendekatan marjin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya. Penelitian ini mengambil sampel 30 petani ISPO di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 30 Petani ISPO di Kabupaten Batanghari, dan lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran kelapa sawit ISPO. Analisis kualitatif untuk saluran dan fungsi-fungsi pemasaran dan analisis kuantitatif yaitu marjin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan terhadap biaya, dan mengetahui saluran yang paling efisien yang kemudian dideskripsikan secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran TBS ISPO di Kabupaten Tanjung Jabung Barat berjumlah enam saluran yang menunjukkan saluran pemasaran keempat yakni petani – ram sawit – pabrik kelapa sawit merupakan saluran pemasaran paling efisien . Pada Kabupaten Batanghari ada empat saluran menunjukkan bahwa saluran ketiga yaitu petani-ram sawit – pabrik kelapa sawit merupakan saluran pemasaran paling efisien dan saluran yang dominan dilakukan pada kegiatan pemasaran kelapa sawit. Gapoktan dan koperasi ISPO tidak melakukan kegiatan pemasaran yang sesuai dengan indikator ISPO, sehingga petani ISPO menjual TBS ISPO ke lembaga lain. Setiap lembaga pemasaran melakukan fungsi yaitu fungsi pertukaran seperti pembelian, dan penjualan. Fungsi fisik yaitu pengangkutan, lalu fungsi fasilitas seperti penanggungan risiko, pembiayaan, dan informasi pasar.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
