View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Soil Science and Land Resources
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Prediksi Erosi Menggunakan Model USLE dan WEPP di Kebun Percobaan Pasir Sarongge IPB

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (1.143Mb)
      Fulltext (2.412Mb)
      Lampiran (354.7Kb)
      Date
      2023
      Author
      Ostriadi, Rhendy
      Tarigan, Suria Darma
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kebun Percobaan Pasir Sarongge merupakan kebun yang dikelola IPB dengan didominasi oleh tanaman hortikultura semusim dan ditanam pada topografi berlereng atau miring sehingga berpotensi mengalami erosi. Banyak model dan metode yang dapat digunakan dalam menghitung erosi antara lain USLE dan WEPP. Penelitian ini bertujuan mengkaji parameter yang digunakan dalam model USLE dan WEPP, menentukan dan membandingkan nilai prediksi erosi kedua model tersebut serta menyusun rekomendasi penggunaan lahan dan tindakan konservasi tanah di Kebun Percobaan Pasir Sarongge. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Pasir Sarongge IPB, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Nilai erosi diperoleh menggunakan model USLE dan WEPP. Rekomendasi dilakukan dengan mencari penggunaan lahan dan teknik konservasi yang sesuai hingga nilai erosi aktual < TSL. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata prediksi erosi USLE sebesar 409,62 ton/ha/tahun dan WEPP sebesar 230,38 ton/ha/tahun. Model USLE dan WEPP membutuhkan parameter yang serupa meliputi iklim, tanah, panjang dan kemiringan lereng dan penggunaan lahan. Perbedaan nilai prediksi erosi antara lain perbedaan input data iklim, pengaruh hasil sedimentasi serta keterbatasan data manajemen lahan. Model WEPP lebih baik diterapkan di lokasi penelitian karena dapat meng-input data terutama penggunaan lahan dengan lebih lengkap dan detail. Model WEPP juga telah memperhatikan hasil sedimentasi yang terjadi di lokasi penelitian. Penggunaan lahan dan teknik konservasi yang direkomendasikan adalah perubahan komoditas tanaman, penambahan mulsa, penanaman mengikuti kontur, pengolahan tanah minimum tillage serta penerapan teras tradisional.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125536
      Collections
      • UT - Soil Science and Land Resources [2825]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository